detikhealth

Polemik Konsumsi Kedelai Transgenik

Nurul Ulfah - detikHealth
Rabu, 15/07/2009 09:18 WIB
Halaman 1 dari 3
(Foto: Reuters)
Jakarta, Polemik aman tidaknya mengkonsumsi kedelai transgenik terus bergulir. Meski belum ada penelitian yang pasti soal dampak buruk kedelai transgenik, beberapa ahli sudah menemukan adanya alergen atau zat pemicu alergi di kedelai transgenik. Biji-bijian yang banyak mengandung protein itu kini mulai banyak diwaspadai terutama di negara-negara maju seperti Eropa yang mengurangi secara drastis penggunaan kedelai transgenik.

Sementara di Indonesia, kedelai transgenik justru menjadi tulang punggung untuk produksi makanan dan minuman seperti tahu, tempe, susu kedelai atau menjadi camilan.

Apa itu kedelai transgenik?

Kedelai transgenik adalah tanaman pangan yang dihasilkan dari teknik rekayasa genetika atau biologi molekuler atau dikenal dengan Genetically Modified Organism (GMO).

Tanaman-tanaman tersebut dimodifikasi atau disisipkan gen tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki sifat-sifat yang diinginkan seperti meningkatkan resistensi terhadap pestisida, hama, kekeringan.

Tanaman yang dihasilkan melalui teknik rekayasa genetika pun dapat diproduksi dalam waktu yang singkat, sehingga produktivitasnya menjadi lebih baik.

Data Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian mencatat hampir 60% kebutuhan kedelai Indonesia diimpor dari Amerika Serikat dan itu adalah jenis kedelai transgenik. Indonesia membutuhkan impor kedelai yang besar karena kedelai merupakan tanaman subtropis. Produktivitasnya akan rendah jika ditanam di negara tropis seperti Indonesia.Next

Halaman 1 2 3
(fah/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit