Kucing Senang Mendramatisir Suaranya

Vera Farah Bararah - detikHealth
Kamis, 16/07/2009 17:17 WIB
(Foto: alexandriaanimals)
Jakarta, Kucing adalah binatang yang senang diperhatikan. Kucing bisa menghasilkan suara yang membuat pemiliknya sangat sulit untuk menolak permintaannya.

Kucing lebih suka mendramatisasi suaranya untuk mendapatkan respons yang cepat dari pemiliknya. Bahkan ada kemiripan antara tangisan kucing dan tangisan bayi manusia.

Peneliti dari University of Sussex menemukan bahwa kucing menggunakan suara meongnya untuk mendapatkan perhatian dan makanan dari pemiliknya.

Untuk mendapatkan perhatian ini, kucing pintar memanipulasi suaranya tidak seperti meow kucing pada umumnya, tapi lebih mirip dengan suara tangisan bayi manusia.

Dengan mendengar suara mirip tangisan bayi itu, majikannya sulit untuk menolak permintaannya dan biasanya memilih segera memberikan apa maunya kucing.

Dr. Karen McComb, ketua penelitian ini telah mempublikasikan risetnya dalam jurnal Current Biology, yang mengatakan bahwa penelitian ini terinspirasi oleh kucingnya sendiri yang bernama Pepo.

"Pepo selalu membangunkan saya tiap pagi dengan suaranya yang sangat khas namun tidak mengganggu," ujar Dr. McComb, seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (16/7/2009).

"Setelah melakukan sedikit investigasi, saya menemukan bahwa terdapat pemilik kucing lain yang mengalami apa yang saya alami tiap paginya," lanjutnya.

Tim peneliti juga menanyakan kepada sukarelawan mengenai perbedaan 'meow' dari para kucing itu. Para sukarelawan tersebut memberikan masukan bagaimana desakan suara yang dikeluarkan kucing agar kemauannya diterima.

Hasilnya, kucing akan memberikan suara meow yang spesifik terhadap kondisi yang berbeda-beda. Hal yang menjadi andalan kucing adaah membuat meow yang lebih tidak menyenangkan dan sulit untuk ditolak atau relatif lebih tinggi dan mirip seperti frekuensi suara.

"Kucing dapat menghasilkan frekuensi meow yang rendah dengan mengaktifkan otot lipatan suara mereka yang bisa menstimulasi getaran," ujar McComb.

"Tentunya kita tidak tahu apa yang terjadi di dalam pikiran mereka. Maka mereka mempelajari bagaimana untuk melakukannya, kemudian mereka melakukannya dengan cukup sengaja," ujar McComb.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit