
-
Rabu 16/05/2012 09:01 WIB
Ini yang Bikin Perut Cepat Buncit -
Rabu 16/05/2012 20:19 WIB
Misteri Batu Garnet Almarhumah Menkes Endang -
Rabu 16/05/2012 12:31 WIB
Yang Harus Dihindari Jika Tak Ingin Perut Buncit -
Rabu 16/05/2012 19:59 WIB
Tingkat Kesuburan Pria Bisa Ketahuan dari Panjang Pangkal Paha -
Rabu 16/05/2012 16:57 WIB
Cara-cara Instan yang Dapat Dilakukan untuk Meratakan Perut - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,771.000
-
Rp 472.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- 5 Kebohongan Perempuan Paling Umum
- Ingatan Payah Muncul dari Mulut yang Tidak Sehat
- Tips Menjalin Cinta dengan Pasukan Militer
- Sepatu Tepat, Kaki Sehat
- Aneurisma Aorta Abdominalis
- Beser
- Bangun Tidur Tidak Teratur
Info Penyakit :
- Anistreplase
- Cefadroxil 500 mg
- Ceftizoxime
Info Obat :
Memuji Berlebihan Bisa Berakibat Negatif
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: dreamstime)
"Anda yang tidak punya kepercayaan diri tinggi mungkin merasa aneh dan sangsi ketika dibilang sepintar Einstein atau setampan Brad Pitt," ucap Joanne Wood dari University of Waterloo, seperti yang dikutip dalam penelitian Journal Psychological Science, Selasa (21/7/2009). Jurnal tersebut menyebutkan bahwa upaya membuat seseorang berpikiran positif justru memberi dampak yang berlawanan pada otak. Bahkan menunjukkan betapa tidak bahagianya orang tersebut.
"Ketika seseorang mendengar sesuatu yang tidak mereka percaya, mereka bukan hanya menjadi ragu, tapi juga melekat dengan kuat pada pikiran orang tersebut," ucap Wood. Penelitian psikologis telah membuktikannya.
Kebanyakan dari kita sering meragukan dan bertanya kembali pada diri sendiri jika sesuatu yang hebat terjadi pada kita.
Dalam Journal of Personality and Social Psychology disebutkan bahwa jika seseorang mendapat timbal balik (feedback) yang dirasa terlalu habat dan berlebihan, mereka justru merasa payah, buruk dan tidak baik.
Wood dan John Lee dari University of Waterloo mencoba meneliti tentang estimasi dan penghargaan pribadi seseorang terhadap 68 siswa. Para siswa disuruh menulis pemikiran dan perasaan mereka selama 4 menit.
Setiap 15 detik, setiap orang dalam satu grup akan mendengar sebuah bel, kemudian mereka diminta untuk mengatakan pada diri sendiri, "Saya adalah orang yang sangat penyayang".
Dari survei tersebut, ternyata mereka yang punya penghargaan yang rendah pada dirinya pribadi,-- yaitu mereka yang tidak merespons dengan baik feedback positif yang datang,-- tidak merasa lebih baik setelah 16 kali.
"Sangat paradoks", ucap Wood.
Melihat kenyataan tersebut, Wood dan Lee menyimpulkan bahwa pemikiran yang berlebihan atau tidak diharapkan oleh seseorang akan mengganggu pemikirannya.
"Terutama jika mereka tergolong orang yang memiliki estimasi pribadi yang rendah, sehingga setiap pikiran positif yang masuk ke mereka hanya akan menjadi pertanda betapa menyedihkannya mereka," ujar Lee. Jadi memujilah sesuai kadarnya.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









