Sakit Pinggang Jangan Dibiarkan
Rabu, 05/08/2009 09:37 WIB
(Foto: golfersmd)
Berita Lainnya
Jaga Kebugaran, Pria Bisa Terhindar dari Kanker Hingga 25 Tahun ke Depan
Ingin Punya Payudara Cantik dan Sehat? Pakailah Bra yang Tepat
Ini Dia Manfaat Sehat Beras Merah
6 Tingkah Unik Saat Tidur yang Menandakan Tubuh Sedang Tidak Sehat
Jangan Asal Garuk, Begini Caranya Mengatasi Gatal di Selangkangan
Jakarta, Biasanya orang sering mengalami sakit pinggang (low back pain) saat bangun tidur. Tapi sebaiknya jangan anggap remeh sakit pinggang karena bisa jadi itu adalah awal dari suatu penyakit yang lebih serius lagi.
Orang lebih sering merasa sakit pinggang pada saat malam hari atau pada saat berdiri terlalu lama. Sebenarnya apa saja penyebab low back pain dan bagaimana mengatasinya?
Low back pain dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu low back pain lokal, low back pain radikular, ataupun low back pain keduanya.
Proses dari low back pain juga berbeda-beda, untuk low back pain akut biasanya 0-7 hari, untuk sub akut 7 hari-3 bulan, sedangkan untuk yang kronik jika sudah lebih dari 3 bulan.
Low back pain (LBP) bisa disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
"Pemeriksaan yang dibutuhkan untuk identifikasi low back pain adalah pemeriksaan fisik (berdiri, terlentang, duduk dan range of movement), pemeriksaan neurologik (motorik, sensorik, sistem otonom, tanda Patrick, kontra Patrick, tes Naffziger, dan tes Valsava), dan jika terdapat tanda-tanda bahaya dilakukan pemeriksaan penunjang (neurofisiologik, radiologik, dan laboratorium)," ujar Dr. Haidir Suleiman, MM, SpRM dari Siloam Hospital Jakarta kepada detikHealth, Rabu (5/8/2009).
Untuk penanganan low back pain dilakukan non-bedah berupa istirahat singkat, membatasi aktivitas, obat-obat untuk mengatasi nyeri, olahraga untuk penguatan punggung, dan eksternal brace, untuk yang sudah parah dilakukan pembedahan. Jika low back pain sudah gawat bisa mengakibatkan sindroma cauda equina, tumor, infeksi, fraktur vertebra dan kanker.
"Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan low back pain ini menjadi menahun, yaitu sikap dan kepercayaan terhadap nyeri pinggang, tingkah laku, masalah diagnosis dan terapi, masalah kompensasi, masalah emosi dan pekerjaan," ujar dokter spesialis rehabilitasi medik ini.
Untuk low back pain yang non-spesifik hampir 91% para dokter melakukan penanganan dengan muscle relaxant (pelemasan otot). Untuk yang non-spesifik biasanya terdapat rasa tidak enak pada daerah pinggang, nyeri kaki, nyeri bokong, kaku pagi yang berkurang ketika berdiri, dan berhubungan dengan postur badan.
"Untuk pengobatan kronis dilakukan dengan NSAID (Non-Steroidal Anti Inflammatory Drug), muscle relaxant, analgetik, antidepresan, anti konvulsan, dan agonis alpha-2 adrenergik," ujarnya.
Pengenalan low back pain yang berat adalah hal yang penting untuk dapat melakukan penanganan yang tepat, sehingga bisa mengurangi resiko yang ada. Jadi, jangan anggap remeh nyeri pinggang Anda.
(ver/ir)
Orang lebih sering merasa sakit pinggang pada saat malam hari atau pada saat berdiri terlalu lama. Sebenarnya apa saja penyebab low back pain dan bagaimana mengatasinya?
Low back pain dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu low back pain lokal, low back pain radikular, ataupun low back pain keduanya.
Proses dari low back pain juga berbeda-beda, untuk low back pain akut biasanya 0-7 hari, untuk sub akut 7 hari-3 bulan, sedangkan untuk yang kronik jika sudah lebih dari 3 bulan.
Low back pain (LBP) bisa disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
- Mekanikal atau degeneratif biasanya berhubungan dengan otot atau ligamen, diskus (bagian atas dan bawah tulang yang menghubungkan antar tulang biasanya disebut piringan sendi), kompresi saraf/cauda equina.
- Peradangan.
- Infeksi, biasanya oleh bacteri osteomyelitis, tyberculous osteomyelitis, dan epidural abscess.
- Neoplasma.
- Penyakit tulang, seperti osteoporosis, osteomalacia dan penyakit paget.
- Ginekologik.
- Neurologik.
"Pemeriksaan yang dibutuhkan untuk identifikasi low back pain adalah pemeriksaan fisik (berdiri, terlentang, duduk dan range of movement), pemeriksaan neurologik (motorik, sensorik, sistem otonom, tanda Patrick, kontra Patrick, tes Naffziger, dan tes Valsava), dan jika terdapat tanda-tanda bahaya dilakukan pemeriksaan penunjang (neurofisiologik, radiologik, dan laboratorium)," ujar Dr. Haidir Suleiman, MM, SpRM dari Siloam Hospital Jakarta kepada detikHealth, Rabu (5/8/2009).
Untuk penanganan low back pain dilakukan non-bedah berupa istirahat singkat, membatasi aktivitas, obat-obat untuk mengatasi nyeri, olahraga untuk penguatan punggung, dan eksternal brace, untuk yang sudah parah dilakukan pembedahan. Jika low back pain sudah gawat bisa mengakibatkan sindroma cauda equina, tumor, infeksi, fraktur vertebra dan kanker.
"Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan low back pain ini menjadi menahun, yaitu sikap dan kepercayaan terhadap nyeri pinggang, tingkah laku, masalah diagnosis dan terapi, masalah kompensasi, masalah emosi dan pekerjaan," ujar dokter spesialis rehabilitasi medik ini.
Untuk low back pain yang non-spesifik hampir 91% para dokter melakukan penanganan dengan muscle relaxant (pelemasan otot). Untuk yang non-spesifik biasanya terdapat rasa tidak enak pada daerah pinggang, nyeri kaki, nyeri bokong, kaku pagi yang berkurang ketika berdiri, dan berhubungan dengan postur badan.
"Untuk pengobatan kronis dilakukan dengan NSAID (Non-Steroidal Anti Inflammatory Drug), muscle relaxant, analgetik, antidepresan, anti konvulsan, dan agonis alpha-2 adrenergik," ujarnya.
Pengenalan low back pain yang berat adalah hal yang penting untuk dapat melakukan penanganan yang tepat, sehingga bisa mengurangi resiko yang ada. Jadi, jangan anggap remeh nyeri pinggang Anda.
Rekomendasi Obat
(ver/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kamis,23/05/2013 20:00 WIB
Karena Stres, Wanita Jadi Tak Subur dan Hilang Cantiknya
-
Kamis,23/05/2013 19:31 WIB
Kecanduan Gadget Kacaukan Pola Tidur Manusia Moderen
-
Kamis,23/05/2013 19:02 WIB
Fokus Penuhi Keinginan Si Dia Bikin Anda Makin Bergairah Lho
-
Kamis,23/05/2013 18:33 WIB
Takut Dipakai Selingkuh, Viagra Buat Wanita Belum Boleh Dipasarkan
-
Kamis,23/05/2013 18:15 WIB
Normalkah Jika Suami Menuntut Berhubungan Seksual Setiap Hari?
-
Kamis,23/05/2013 18:05 WIB
Wah, Posisi Bercinta Bisa Menunjukkan Kepribadian Seseorang
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Kamis, 23/05/2013 18:10 WIB
Normalkah Jika Suami Menuntut Berhubungan Seksual Setiap Hari?
-
Kamis, 23/05/2013 18:05 WIB
Wah, Posisi Bercinta Bisa Menunjukkan Kepribadian Seseorang
-
Kamis, 23/05/2013 12:55 WIB
Bentuk Tubuh Pria ada 7 Macam, Anda Termasuk yang Mana?
-
Kamis, 23/05/2013 18:33 WIB
Takut Dipakai Selingkuh, Viagra Buat Wanita Belum Boleh Dipasarkan
-
Kamis, 23/05/2013 10:28 WIB
Lupakan Obat, Sakit Kepala Bisa Dikontrol dengan Pikiran! Begini Caranya
-
Kamis, 23/05/2013 16:01 WIB
Wanita Lebih Pilih Makan Keju daripada Seks Oral
-
Kamis, 23/05/2013 13:15 WIB
Tak Pernah Berhubungan Intim Tapi Ada Benjolan di Bibir Vagina
-
Kamis, 23/05/2013 20:00 WIB
Karena Stres, Wanita Jadi Tak Subur dan Hilang Cantiknya
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Kamis, 23/05/2013 09:20 WIB
Ini Museum-museum Medis Paling Aneh Sedunia
-
Kamis, 23/05/2013 08:58 WIB
Ibu Hamil Harus Banyak Makan Yodium Jika Ingin Anaknya Ber-IQ Tinggi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

