
-
Selasa 22/05/2012 11:01 WIB
Dokter Pakai Semen untuk 'Tambal' Dada Pasien Pasca Operasi -
Selasa 22/05/2012 10:31 WIB
WHO: 1 dari 3 Orang Dewasa Terkena Tekanan Darah Tinggi -
Selasa 22/05/2012 09:51 WIB
Bisakah Kanker Payudara Diobati Selain dengan Operasi? -
Selasa 22/05/2012 10:03 WIB
Nyamuk Malaria Makin Kebal Jika Dibasmi dengan Insektisida -
Selasa 22/05/2012 09:31 WIB
Sensitivitas Gluten Saat Hamil Berkaitan dengan Mental Anak - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,087.000
-
Rp 2,790.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Tanda-tanda Anak Masuki Masa Puber
- Plus Minus Persalinan Dalam Air
- Mengurangi Nyeri Saat Persalinan
- 9 Cara Membuat Anak Pintar
- Anal Fissure
- Bintik-bintik Hitam
- Anorexia Nervosa
Info Penyakit :
- Cefotaxime
- Cefepime
- Aloclair Gel
Info Obat :
Rumitnya Hubungan Ibu dan Anak Perempuan
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Ilustrasi)
"Ini bisa disebabkan sang ibu kadang memiliki kesulitan untuk membedakan apa yang harus dilakukannya untuk anak laki-laki dengan anak perempuannya," ujar Lesley Miles yang seorang psikolog, seperti dikutip dari Health24, Kamis (6/8/2009).
Ada beberapa kecenderungan anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya dan anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya, tapi tidak menutup kemungkinan bagi sang anak untuk dekat dengan keduanya.
Menurut Lesley, hubungan antara ibu dan anak perempuannya bisa saling mengidentifikasi secara kuat dengan menjadikannya inspirasi satu sama lain, dan biasanya hubungan ini lebih sering diisi dengan ikatan emosional yang lebih dalam.
Aspirasi sang ibu untuk anak perempuannya sering kali bertentangan. Para ibu ingin anak perempuannya mengikuti tradisi yang konvensional, tapi disisi lain ibu juga ingin anak perempuannya memiliki karir yang sukses dan menjadi profesional. Pesan ibu yang bertentangan tersebut tercampur dan kadang membuat anak perempuannya menjadi bingung, apa yang sebenarnya diinginkan ibunya.
"Selain itu, saat ibu memasuki usia 30-40 tahun, anak perempuannya akan memasuki usia remaja, dan sering kali timbul ketidakcocokan antara keduanya yang bisa menimbulkan masalah diantara keduanya," ujar Lesley. Masalah yang ditimbulkan bisa dipicu karena ketidaksamaan pemikiran keduanya atau ekspektasi yang tidak realistis satu sama lain.
Lesley menyarankan komunikasi dan keterbukaan adalah dua hal yang paling penting untuk menjaga hubungan antara ibu dan anak yang baik dan sehat. Hubungan ini harus dibangun sejak awal dan diperlukan kepercayaan antara ibu dan anak perempuannya serta sebaliknya.
Ibu tidak perlu menentukan apa yang harus dipilih sang anak dan anak bisa memilih pilihannya sendiri. Sedangkan anak perempuan sebaiknya terbuka terhadap ibunya dan tidak terlalu memaksakan kehendaknya sendiri. Ibu dan anak tidak akan bisa memenuhi impiannya sendiri, karena dibutuhkan saling mendukung antara keduanya.
Untuk itu, ciptakanlah hubungan yang baik dan sehat antara ibu dan anak perempuannya serta anak laki-lakinya juga, sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan bahagia.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









