
-
Rabu 16/05/2012 09:01 WIB
Ini yang Bikin Perut Cepat Buncit -
Rabu 16/05/2012 20:19 WIB
Misteri Batu Garnet Almarhumah Menkes Endang -
Rabu 16/05/2012 12:31 WIB
Yang Harus Dihindari Jika Tak Ingin Perut Buncit -
Rabu 16/05/2012 19:59 WIB
Tingkat Kesuburan Pria Bisa Ketahuan dari Panjang Pangkal Paha -
Rabu 16/05/2012 16:57 WIB
Cara-cara Instan yang Dapat Dilakukan untuk Meratakan Perut - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsuko- Aneurisma Aorta Torakalis
- Bisu Selektif
- Anhidrosis
Info Penyakit :
- Antalgin 500 mg Btl
- Asam Mefenamat
- Acebutolol
Info Obat :
Methyl prednisolon 16 mg
Teguh Budi Santoso - detikHealth
DATA OBAT,
Deskripsi:
Methylprednisolone adalah suatu glukokortikoid sintetik dan diabsorpsi secara cepat melalui saluran pencernaan.
Methylprednisolone bekerja dengan menduduki reseptor spesifik dalam sitoplasma sel yang responsif. Ikatan steroid-reseptor ini lalu berikatan dengan DNA yang kemudian mempengaruhi sintesis berbagai protein. Beberapa efek penting yang timbul akibat ini yaitu berkurangnya produksi prostaglandin dan leukotrien, berkurangnya degranulasi mast cell, berkurangnya sintesis kolagen dan lain-lain.
Komposisi:
Methylprednisolone 16 mg, tiap tablet mengandung methylprednisolone 16 mg.
Indikasi:
Methylprednisolone diindikasikan untuk:
Gangguan endokrin:
insufisiensi korteks adrenal.
Gangguan rematik:
reumatoid artritis, ankylosing spondilitis, epicodylitis, bursitis, artritis gout akut, osteoartritis pasca trauma.
Penyakit kolagen:
lupus eritematosus sistemik, dermatomiositis sistemik, karditis reumatik akut.
Penyakit kulit:
dermatitis herpetiformis, Stevens-Johnson syndrome, dermatitis seboreik, dermatitis eksfoliatif, psoriasis.
Gangguan alergi:
rinitis alergi, dermatitis kontak, dermatitis atopik, asma bronkial.
Penyakit mata, radang mata akut dan kronik:
herpes zoster opthalmicus, keratitis, neuritis optik, iritis, konjungtivitis alergi.
Penyakit pada saluran pernafasan.
Gangguan hematologik:
trombositopenia purpura pada orang dewasa, anemia hemolitik autoimun, eritoblastopenia, anemia hipoplastik kongenital.
Penyakit neoplastik:
leukemia pada orang dewasa dan leukemia akut pada anak-anak.
Keadaan edema.
Penyakit saluran pencernaan:
kolitis ulseratif.
Sistem saraf:
tuberculous meningitis.
Eksaserbasi akut dari multipel sklerosis.
Dosis:
Dosis awal methylprednisolone bervariasi dari 4 – 48 mg/hari (tergantung dari jenis dan beratnya penyakit, serta respons penderita). Bila telah diperoleh efek terapi yang memuaskan, dosis harus diturunkan sampai dosis efektif minimal untuk pemeliharaan.
Pada penderita yang baru mendapat methylprednisolone selama beberapa hari, penghentian obat dapat dilakukan secara mendadak. Untuk penderita yang mendapat methylprednisolone dosis besar selama lebih dari 1 –2 minggu, penghentian obat harus dilakukan dengan pengurangan dosis bertahap dengan tiap beberapa hari.
Dibandingkan dengan pemberian dalam dosis terbagi, methylprednisolone lebih baik diberikan dalam dosis tunggal pada pagi hari karena cara ini lebih sesuai dengan sekresi fisiologis hormon korteks adrenal.
Untuk penderita yang membutuhkan methylprednisolone dalam jangka waktu lama (lebih dari 2 minggu), dianjurkan menggunakan cara pemberian ADT (Alternate Day Therapy). Manfaat pemberian dengan cara ADT ialah mengurangi kemungkinan terjadinya efek samping berupa supresi sumbu hipotalamus-hipofisis-korteks adrenal, cushing syndrome, hambatan pertumbuhan pada anak dan gejala putus obat bila terapi dihentikan.
Rejimen dosis ADT ialah memberikan dosis total methylprednisolone untuk 2 hari sekaligus dalam 1 dosis (pada pagi hari). Pemberian obat dilakukan secara berselang seling yaitu hari pertama diberi obat, hari kedua bebas obat, hari ketiga diberi obat lagi, demikian seterusnya.
Kemasan:
Ktk 30
No. Registrasi:
GKL0420931010B1
Produksi:
PT Indofarma TBK
Tersedia di apotik dan toko obat terdekat.
(tbs/tbs)
BACA JUGA :






