
-
Selasa 22/05/2012 11:01 WIB
Dokter Pakai Semen untuk 'Tambal' Dada Pasien Pasca Operasi -
Selasa 22/05/2012 10:31 WIB
WHO: 1 dari 3 Orang Dewasa Terkena Tekanan Darah Tinggi -
Selasa 22/05/2012 09:51 WIB
Bisakah Kanker Payudara Diobati Selain dengan Operasi? -
Selasa 22/05/2012 10:03 WIB
Nyamuk Malaria Makin Kebal Jika Dibasmi dengan Insektisida -
Selasa 22/05/2012 09:31 WIB
Sensitivitas Gluten Saat Hamil Berkaitan dengan Mental Anak - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,087.000
-
Rp 2,790.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- 10 Alasan Malas Bercinta
- Lelaki dengan Sperma Banyak Lebih Panjang Umur
- Tinggalkan Kebiasaan Mengeluh Kurang Waktu
- Pahami Tanda-tanda Serangan Jantung
- Balanitis
- Atelektasis
- Amoebiasis
Info Penyakit :
- Cimetidine 200 mg
- Abciximab
- Bupropion
Info Obat :
Lipatan Lemak di Perut Datang Dari Stres
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Prevention)
Selama ini orang berpikir lemak di perut berasal dari konsumsi makanan dengan lemak dan kolesterol tinggi, namun studi baru-baru ini menyebutkan bahwa stres di lingkungan sosial bisa mengundang lemak turun ke bagian perut.
"Kebanyakan lemak yang berlebih pada tubuh manusia berada di bagian perut. Lemak di perut berbeda dengan lemak di bagian lainnya. Selain kurang olahraga dan pola makan yang berlebih, lemak di perut muncul karena faktor stres sosial," ujar Carol A. Shively, seorang profesor patologi dari Wake Forest University School of Medicine, seperi dikutip dari Health, Jumat (7/8/2009).
Sebuah studi pernah dilakukan oleh Carol dan rekannya untuk mengetahui pengaruh lingkungan sosial terhadap lemak di perut dan juga perkembangan jantung pada beberapa monyet berjenis kelamin wanita.
Dalam penelitian tersebut, si monyet diberi makan ala barat yang banyak mengandung lemak dan kolesterol, kemudian ditempatkan dalam suatu grup dan secara alami membentuk lingkungan sosialnya sendiri, dimana ada monyet yang dominan dan ada monyet yang kurang dominan.
Setelah terbentuk lingkungan sosial dalam grup tersebut, para peneliti melihat bahwa monyet-monyet yang kurang dominan atau yang sering tersisih dalam pergaulannya berubah menjadi lebih gemuk terutama pada bagian perutnya. Sementara monyet-monyet yang dominan dan agresif tidak terlihat perubahan yang berarti pada bagian perutnya.
Dari situlah peneliti mengambil kesimpulan bahwa gangguan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar menyebabkan hormon stres dikeluarkan lebih banyak yang akhirnya membuat lemak di bagian perut terakumulasi.
Monyet yang dominan dan agresif diibaratkan sebagai atasan yang sering memberikan tugas berlimpah pada anak buahnya atau mereka yang mendominasi pergaulan dengan sekitarnya. Sementara itu monyet yang kurang dominan bertindak sebagai anak buah yang merasa stres dengan setumpukan pekerjaan atau juga mereka yang tersisih dari pergaulan sekitarnya.
"Lemak di bagian perut ini akan membentuk plak di pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung," ujar Carol.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal Obesity ini hanya ingin mengingatkan dan menunjukkan bahwa pola hidup sosial dan pergaulan yang sehat sangat diperlukan untuk mengurangi stres, yang dapat memicu lipatan lemak di perut dan juga penyakit jantung. Mengonsumsi makanan yang sehat dan olahraga teratur bisa mencegah itu semua.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









