
-
Rabu 16/05/2012 09:01 WIB
Ini yang Bikin Perut Cepat Buncit -
Rabu 16/05/2012 20:19 WIB
Misteri Batu Garnet Almarhumah Menkes Endang -
Rabu 16/05/2012 12:31 WIB
Yang Harus Dihindari Jika Tak Ingin Perut Buncit -
Rabu 16/05/2012 19:59 WIB
Tingkat Kesuburan Pria Bisa Ketahuan dari Panjang Pangkal Paha -
Rabu 16/05/2012 16:57 WIB
Cara-cara Instan yang Dapat Dilakukan untuk Meratakan Perut - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Trik Melawan Malas Saat Bangun Pagi
- Dari Mana Munculnya Ingus?
- 7 Kebiasaan Orang-orang Berdaya Ingat Kuat
- Lipatan Lemak di Perut Datang Dari Stres
- Seksomnia
- Interseks
- Sakit Kepala Seksual
Info Penyakit :
- Ceftizoxime
- Colestipol
- Aloclair Gel
Info Obat :
Seksomnia, Perilaku Seks Nyata atau Mimpi?
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: caring.com)
SBS atau seks dalam tidur adalah kebiasaan seksual yang terjadi ketika seseorang sedang tidur. Beberapa orang yang menderita SBS biasanya sangat menikmati kebiasaan anehnya itu dan justru menganggapnya sebagai lelucon. Namun bagi pasangannya, hal itu bisa sangat mengganggu, memalukan dan bisa memicu masalah yang serius.
"Suami saya sering membangunkan saya dengan kebiasaannya itu di malam hari. Dia tiba-tiba saja meletakkan tangannya di daerah vagina saya serta memegang bagian dada dan tubuh saya. Hal normal yang biasa ia lakukan ketika bercinta itu sangat mengganggu tidur saya. Saya juga merasa tidak dihargai dan dianggap sebagai barang," ujar seorang wanita yang mengaku memiliki suami dengan kebiasaan seks ketika tidur, seperti dikutip dari Digg, Senin (10/8/2009).
Pada awal tahun 1996, SBS dikenal sebagai sebuah kondisi medis yang memungkinkan seseorang mengalami gangguan tidur karena adanya dorongan melakukan seks ketika tidur.
Dalam International Classification of Sleep Disorders (ICSD-2), SBS dikategorikan sebagai penyakit tidur terbaru oleh para praktisi obat-obatan tidur dan membutuhkan diagnosa khusus. Meskipun SBS dikenal sebagai subtipe dari parasomnia, namun ternyata kedua tipe tersebut berbeda.
Para ahli kesehatan profesional dan beberapa komunitas legal menyebutkan bahwa khusus untuk gejala SBS membutuhkan pemahaman klinis yang lebih mendalam dan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan kebiasaan itu.
Seseorang yang menderita SBS biasanya mengetahui kebiasaannya itu dari pasangan tidurnya. Terkadang banyak diantara mereka yang tidak percaya bahwa kebiasaan itu bisa terjadi pada dirinya.
Inilah yang biasanya menjadi pangkal konflik pada pasangan karena si penderita tidak terima dan merasa malu mengakui atau menerima kenyataan tersebut. Apalagi jika pasangannya menceritakannya pada teman-temannya atau berkonsultasi pada pakar kesehatan.
Banyak dari penderita SBS yang mengurungkan niatnya untuk berkonsultasi pada pakar tidur karena merasa hal itu sangat memalukan. Padahal jika seseorang mengalami SBS, hal yang paling utama harus dilakukan adalah berbicara pada ahlinya dan meminta solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.
SBS mungkin memang menyenangkan di satu pihak, tapi menyebalkan di pihak lain. Komunikasi yang baik, penerimaan pasangan dan solusi yang tepat bisa mengurangi risiko perpecahan yang mungkin terjadi pada beberapa pasangan yang menderitanya.
Jika Anda salah satu dari penderita SBS, segera bangun dari mimpi buruk itu dan konsultasikan masalah tersebut jika tak ingin pasangan Anda kabur begitu saja karena kebiasaan yang sangat ganjil itu.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









