
-
Selasa 22/05/2012 11:33 WIB
Jantung Buatan Terkecil di Dunia Dipasangkan untuk Bayi Italia -
Selasa 22/05/2012 11:01 WIB
Dokter Pakai Semen untuk 'Tambal' Dada Pasien Pasca Operasi -
Selasa 22/05/2012 10:31 WIB
WHO: 1 dari 3 Orang Dewasa Terkena Tekanan Darah Tinggi -
Selasa 22/05/2012 11:59 WIB
3 dari 4 Remaja Jadi Agak Tuli Seusai Nonton Konser Musik -
Selasa 22/05/2012 09:51 WIB
Bisakah Kanker Payudara Diobati Selain dengan Operasi? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 2,790.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Kecil Peluang Virus H1N1 Bermutasi dengan Flu Biasa
- BPOM Gencarkan Razia Parsel
- Tari Tango untuk Terapi Penyakit
- Deteksi Kanker Serviks Sedini Mungkin
- Atrophic pada Lidah
- Bakteri Gastroenteritis
- Aase
Info Penyakit :
- Ampicillin 1 gr Inj
- Cefoxitin
- Anistreplase
Info Obat :
Kala 'Viva' Bersaing dengan 'Loreal'
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: detikcom)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dr. Husniah Rubiana Thamrin mengaku prihatin dengan nasib produk komestik lokal terutama yang berskala UKM di era AFTA nanti. Masalah higienis dan keamanan produk lokal masih sering dipertanyakan.
"Kemarin tanpa kita buka pintu pun (perdagangan bebas), sudah 123 industri yang mati, terutama industri kosmetik. Masalahnya ya karena industri kita belum kuat bersaing. Padahal hampir 80 persen dari 800 industri yang ada di Indonesia adalah UMKM," tutur Husniah dalam acara buka puasa bersama yang digelar di kediaman Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Jakarta, Selasa malam (1/9/2009)
Untuk itu, pihak Indonesia meminta penundaan kepada negara-negara ASEAN sampai produk-produk industri dalam negeri benar-benar siap. Husniah mengatakan, pihaknya belum siap dan menganggap tindakan membuka pasar bebas sama saja dengan bunuh diri.
"Kita rasa industri kita belum siap. Kalau kita belum siap terus membuka pasar, sama saja dengan membunuh industri kita," ucapnya. "Coba saja bandingkan produk kosmetik Loreal dari Prancis dengan produk Viva dari Indonesia, harga Loreal lebih murah dari produk kita. Jelas saja konsumen milih Loreal, sudah dari Perancis murah pula," imbuhnya.
Secara teoritis, Indonesia memang punya kesempatan menjual produknya di luar dengan adanya AFTA, tapi secara praktik akan sangat sulit menjerat konsumen disana.
"Kita itu banyak diiming-imingi, katanya ini kesempatan untuk meningkatkan perdagangan. Teorinya sih betul, tapi praktiknya nanti tidak bisa. Kalau kita jual produk kosmetik di Paris contohnya, siapa yang mau beli?," ujar Husniah.
Menurutnya, AFTA sebaiknya ditunda sampai industri dalam negeri sudah matang. "BPOM sudah minta penundaan kepada pemerintah dan juga negara-negara ASEAN. Kita minta ditunda 5 tahun sejak 2003 lalu," ucapnya.
Ada banyak hal yang harus dipersiapkan industri jika ingin bersaing dengan industri luar, bukan hanya menyiapkan formulir atau memproses kehigienisan saja. Tapi yang paling krusial adalah masalah investasi.
"UMKM belum tentu punya biaya. Kita hanya membimbing sebatas kemampuan mereka, namun untuk peralatan kita masih belum sanggup membantu banyak. Jangan sampai nanti keluar kalimat, 'bukalah pintumu, kau kujarah'," ujar Husniah."
Tak hanya industri kosmetik saja yang bakal kerepotan menghadapi serbuan dari luar, obat-obatan dan industri kesehatan pun banyak yang ketar-ketir menghadapi AFTA i
(fah/ir)
BACA JUGA :









