
-
Selasa 22/05/2012 11:33 WIB
Jantung Buatan Terkecil di Dunia Dipasangkan untuk Bayi Italia -
Selasa 22/05/2012 11:01 WIB
Dokter Pakai Semen untuk 'Tambal' Dada Pasien Pasca Operasi -
Selasa 22/05/2012 10:31 WIB
WHO: 1 dari 3 Orang Dewasa Terkena Tekanan Darah Tinggi -
Selasa 22/05/2012 12:24 WIB
Kena Kencing Nanah, Harus Bagaimana? -
Selasa 22/05/2012 11:59 WIB
3 dari 4 Remaja Jadi Agak Tuli Seusai Nonton Konser Musik - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,790.000
-
Rp 6,087.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Rahasia Brokoli untuk Jantung Sehat
- Ditemukan Antibodi HIV untuk Pembuatan Vaksin AIDS
- Dokter di Amerika Bingung Deteksi Penyakit Nangis Darah
- Mengapa Kita Pusing Saat Gempa?
- Behcet Syndrome
- Achalasia
- Balanitis
Info Penyakit :
- Bopindolol
- Alteplase (rt-PA)
- Celiprolol
Info Obat :
Hati-hati, Paha Kurus Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Teamsugar)
Namun bukan berarti juga mereka yang berpaha besar lebih sehat. Studi yang melibatkan hampir 3.000 pria dan wanita itu berlangsung selama 12 tahun, dan dari situ peneliti menemukan bahwa ukuran paha rata-rata yang ideal adalah 60 cm.
Para peneliti dari Copenhagen University Hospital menyebutkan bahwa studi yang mereka lakukan berbeda dengan studi-studi sebelumnya yang mengaitkan penyakit jantung dengan obesitas atau indeks massa tubuh.
"Ini adalah studi pertama yang mengaitkan antara ukuran paha dengan sebuah penyakit," ujar Berit L. Heitmann,seorang profesor dari University’s Institute for Dietary Studies, seperi dikutip dari Health, Senin (7/9/2009).
Meningkatnya risiko jantung pada mereka yang berpaha kurus tidak ada hubungannya dengan ukuran perut, obesitas, gaya hidup atau faktor-faktor lainnya seperti tekanan darah atau tumpukan lemak.
Dr. Vivian Fonseca, ketua endocrinolog dari Scott & White Memorial Clinic in Temple, Texas menyebutkan bahwa kesalahan penempatan lemaklah yang menjadi penyebabnya.
"Paha kurus mengindikasikan bahwa lemak dan otot tersimpan dalam tempat yang salah, bisa di hati atau pankreas, dan inilah yang bisa menyebabkan penyakit jantung," ujar Fonseca.
Teori yang ingin diungkap para peneliti adalah, paha kurus kemungkinan memiliki massa otot yang rendah yang bisa menyebabkan sensitivitas insulin dan penyakit jantung. Masuk akalkah? Peneliti menjawab, 'mungkin saja'.
Studi tersebut menurut Fonseca hanya ingin mengingatkan bahwa meningkatkan ukuran paha bisa lebih menyehatkan daripada memiliki paha yang kurus dan kecil.
"Jika suatu hari nanti ada bukti klinis lainnya yang menunjukkan hal seperti ini, bisa jadi terapi jenis baru untuk meningkatkan ukuran paha bisa dikembangkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung," ujar Heitmann.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









