

-
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 11:32 WIB
Cara Merawat Kemaluan Bayi Perempuan -
Senin 21/05/2012 12:31 WIB
Ini Penyebab Orang Batuk-batuk Setelah Berhenti Merokok -
Senin 21/05/2012 12:00 WIB
10 Tahun Lebih Muda dengan Menarik Wajah dari Telinga ke Telinga -
Senin 21/05/2012 11:04 WIB
7 Kebiasaan yang Turunkan Risiko Alzheimer - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,776.000
-
Rp 464.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Probiotik Bantu Ibu Hamil Menjaga Berat Badan
- Hati-hati, Paha Kurus Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung
- Rahasia Brokoli untuk Jantung Sehat
- Ditemukan Antibodi HIV untuk Pembuatan Vaksin AIDS
- Benjolan pada Payudara
- Antraks
- Albinisme
Info Penyakit :
- Acarbose
- Ceftazidime
- Bosentan
Info Obat :
Pria Swedia Berusaha Mati-matian Menyusui Bayinya
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Thelocal)
Ragnar Bengtsson (26 tahun) mencoba menstimulasi payudaranya dengan pompa dengan harapan bisa memberikan air susu untuk anaknya yang berusia 2 tahun. Bengtsson percaya bahwa memberi ASI bisa meningkatkan keeratan hubungannya dengan sang anak.
"Apapun yang tidak menyakitkan anak, patut dicoba termasuk menyusui. Dan jika itu terbukti berhasil, bisa jadi satu cara untuk mendekatkan hubungan ayah dan anak di awal masa perkembangannya," ujar Bengtsson seperti dikutip dari The Local, Senin (7/9/2009).
Bengtsson mencoba memompa payudaranya selama 3 jam sekali tiap harinya. Rencananya ia akan terus melakukan hal itu hingga akhir bulan Desember.
Namun sebagai mahasiswa jurusan ekonomi di Stockholm University, Bengtsson pun harus tetap menjalani kuliah. Ia pun berniat untuk tetap memompa payudaranya meski dalam kelas sekalipun dan mendapat cemoohan dari teman-temannya.
"Saya akan terus memompa selama kuliah. Jika orang lain merasa tidak nyaman, itu masalah mereka, yang penting itu tidak akan membuat saya berhenti," tutur Bengtsson.
Bengtsson merasa jika percobaannya itu berhasil, ia bisa membuat sebuah terobosan baru. "Banyak orang yang bilang saya sakit atau gila, tapi jika ini benar-benar berhasil, pasti akan sangat bermanfaat," ujar Bengtsson.
Seorang profesor dari Karolinska Institutet, Stockholm, Sigbritt Werne pun menyebutkan bahwa usaha yang dilakukan Bengtsson mungkin saja berhasil. "Tidak menutup kemungkinan setetes atau dua tetes susu akan keluar setelah 3 atau 4 bulan," ujar Werne.
"Wanita bisa mengeluarkan air susu karena hormon estrogennya yang berlimpah selama 9 bulan kehamilan. Pria juga punya hormon estrogen, hanya saja butuh waktu untuk merangsangnya lebih banyak," jelas Werne.
Werne mengatakan bahwa jika Bengtsson melakukan pemompaan secara rutin, kemungkinan akan terbentuk suatu lapisan jaringan di bawah areolanya yang bisa memproduksi hormon prolaktin untuk melakukan laktasi.
Payudara memang memiliki fungsi dobel. Selain untuk memberi susu, ia juga memberi kehangatan dan kenyamanaan bagi si anak. Keinginan Bengtsson untuk menyusui anaknya dianggap Werne sebagai tindakan yang sangat mulia.
"Pria memang tidak perlu memproduksi air susu karena sudah ada ibu. Namun ketika si ibu tidak ada dan anak menangis, ayah juga bisa menenangkan anak dengan memberikan payudaranya untuk sang anak, dan itu adalah tindakan yang sangat terpuji,' tutur Werne.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









