

-
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 11:32 WIB
Cara Merawat Kemaluan Bayi Perempuan -
Senin 21/05/2012 12:31 WIB
Ini Penyebab Orang Batuk-batuk Setelah Berhenti Merokok -
Senin 21/05/2012 12:00 WIB
10 Tahun Lebih Muda dengan Menarik Wajah dari Telinga ke Telinga -
Senin 21/05/2012 11:04 WIB
7 Kebiasaan yang Turunkan Risiko Alzheimer - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,776.000
-
Rp 464.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Tanda-tanda Sistem Imun Tubuh yang Buruk
- Bahaya Penggunaan AC Terus-menerus
- 6 Penyebab Kelelahan Yang Tidak Disangka-sangka
- Berat Badan Nggak Nambah Juga? Salahkan Enzim MGAT2
- Amoebiasis
- Botulisme Bayi
- Bengkak
Info Penyakit :
- Bio Vision Kids
- Buflomedil
- Benfluorex
Info Obat :
Kapas Sumber Protein Baru, Mau Coba?
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Time)
Tanaman yang sudah dibudidayakan 7.000 tahun yang lalu, saat ini telah menghidupi sekitar 20 juta petani di 80 negara. Hampir 40 persen kapas digunakan sebagai bahan baku membuat pakaian.
Namun ada satu hal yang luput dari kapas, yaitu kapas juga bisa dijadikan makanan bergizi.
Benih kapas adalah sumber protein yang sangat tinggi. Namun benih kapas hanya bisa dikonsumsi setelah melalui proses pemurnian dari gossypol, bahan kimia beracun yang fungsinya melindungi tanaman dari serangga dan mikroorganisme.
"Manusia, babi, ayam dan kebanyakan makhluk lainnya tidak bisa mencerna gossypol. Hanya sapi dan hewan yang mempunyai lambung ruminan saja yang bisa" ujar Kater Hake, dari Agricultural Research for the Industry Group Cotton Inc. seperti dikutip dari Time, Rabu (9/9/2009).
Teknik terbaru yang dikembangkan para peneliti untuk menghilangkan gossypol dan mendapatkan protein yang bisa dimakan disebut RNA interference.
Peneliti menerapkan teknik tersebut pada tanaman kapas yang mengalami modifikasi genetik atau produk GMO (Genetically Modified Organism), dan ternyata berhasil menghilangkan gossypol dalam kapas. Ini artinya kapas sudah bisa dimakan dan tersedia untuk masyarakat dalam waktu dekat ini.
"Rasanya enak kok, seperti kacang panjang," ujar Hake.
Dengan mengonsumsi benih kapas, Anda tidak hanya akan mendapatkan protein yang tinggi tapi harganya pun murah. Selama ini asupan protein dikuasai oleh tanaman kacang-kacangan terutama kedelai, namun harganya masih lebih mahal jika dibandingkan dengan kapas.
Jadi, pilih kedelai atau kapas?
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









