

-
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 12:31 WIB
Ini Penyebab Orang Batuk-batuk Setelah Berhenti Merokok -
Senin 21/05/2012 11:32 WIB
Cara Merawat Kemaluan Bayi Perempuan -
Senin 21/05/2012 12:00 WIB
10 Tahun Lebih Muda dengan Menarik Wajah dari Telinga ke Telinga -
Senin 21/05/2012 11:04 WIB
7 Kebiasaan yang Turunkan Risiko Alzheimer - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,776.000
-
Rp 5,978.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Bahaya Keracunan di Dalam Mobil
- 2 Pria Berlomba Pecahkan Rekor Donor Darah
- Rumah Sakit Tidak Boleh Monopoli Satu Produsen Obat
- Waktunya Permalukan si Perokok
- Atrofi Otot
- Aneurisma Otak
- Apoplexy
Info Penyakit :
- Bumetanide
- Citicoline
- Anistreplase
Info Obat :
Bakteri Mulai Tak Takut Antibiotik
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: edmontonjournal.com)
Orang awam umumnya percaya jika antibiotik yang diminum sudah tidak manjur itu karena badannya sudah resisten akibat pola konsumsi antibiotik di masa lalu tidak pernah dihabiskan.
Tapi peneliti dari New York University menemukan tidak mempannya pasien terhadap antibiotik karena bakteri mulai kebal saat si bakteri memproduksi enzim oksida nitrat.
Peneliti mengatakan bahwa bakteri menghasilkan beberapa produksi enzim oksida nitrat sehingga kebal dengan antibiotik. Enzim tersebut menghambat mekanisme pertahanan yang diberikan oleh antibiotik dalam melawan infeksi yang berbahaya.
"Perkembangan obat terbaru untuk melawan bakteri yang resistan terhadap antibiotik seperti MRSA menjadi rintangan yang besar, karena dihubungkan dengan pengeluaran yang besar dan isu keamanan," ujar Evgeny Nudler dari NYU Langone Medical Center, seperti dikutip dari Newsdaily, Minggu (13/9/2009).
Nudler dan tim menemukan bahwa banyak antibiotik bisa membunuh bakteri melalui produksi partikel berbahaya yang dikenal sebagai spesies oksigen reaktif, atau dengan kata lain disebut oxidative stress.
"Antibiotik yang masuk ke tubuh menyebabkan bakteri memproduksi oksigen reaktif yang banyak, sehingga merusak DNA serta bakteri tidak bisa bertahan hidup dan akhirnya mati," lanjut Nudler.
Peneliti menemukan bahwa oksida nitrat bisa melindungi bakteri melawan oxidative stress. Bakteri memproduksi oksida nitrat agar bisa resistan atau kebal terhadap antibiotik. Mekanisme pertahanan ini bisa diaplikaskan secara luas pada berbagai jenis antibiotik, sehingga satu bakteri bisa kebal terhadap berbagai macam antibiotik yang dikonsumsi.
Saat ini banyak perusahaan farmasi mulai melakukan pengujian terhadap berbagai komposisi untuk menurunkan jumlah oksida nitrat yang disebut dengan senyawa oksida nitrat sintase. Senyawa ini nantinya bertindak sebagai inhibitor dan digunakan sebagai obat anti peradangan.
Peneliti berharap dengan adanya senyawa ini bisa digunakan untuk mengurangi jumlah oksida nitrat yang dihasilkan oleh bakteri, serta mengurangi kemampuan bakteri untuk melawan antibiotik. Ini berarti peneliti tidak perlu mencari antibiotik yang baru lagi.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









