
-
Selasa 22/05/2012 12:34 WIB
Terapi Hormon untuk Perempuan Menopause Lebih Banyak Manfaatnya -
Selasa 22/05/2012 11:01 WIB
Dokter Pakai Semen untuk 'Tambal' Dada Pasien Pasca Operasi -
Selasa 22/05/2012 11:33 WIB
Jantung Buatan Terkecil di Dunia Dipasangkan untuk Bayi Italia -
Selasa 22/05/2012 10:31 WIB
WHO: 1 dari 3 Orang Dewasa Terkena Tekanan Darah Tinggi -
Selasa 22/05/2012 13:03 WIB
Anak Masa Kini Alami Kecanduan TV dan Komputer Seumur Hidupnya - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 2,790.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Habis Diet Melar Lagi
- Cari Suami Tak Perlu Pintar, Kecerdasan Anak Turun Dari Ibu
- Pornografi Menurunkan Kecerdasan
- Kaki Menderita Gara-gara Mode
- Interseks
- Sakit Kepala Seksual
- Seksomnia
Info Penyakit :
- Asam Mefenamat
- Ciprofloxacin
- Chlorpropamide
Info Obat :
Alergi Sperma Bikin Perempuan Enggan Bercinta
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: mirror.co.uk)
Anda mungkin tidak akan percaya ketika acara puncak malam pertama tiba, istri Anda justru berkata bahwa ia alergi terkena bahkan melihat sperma. Sudah banyak cara dilakukan agar Anda berdua bisa menikmati acara seks. Tapi sekuat apapun Anda berusaha, sekuat itu pula ia menghindar.
Jika hal itu menimpa pasangan wanita Anda, mungkin ia menderita seminal plasma hypersensitivity. Wanita yang alergi terhadap sperma ternyata memang ada. Reaksi alergi yang timbul sebenarnya bukan karena sperma itu sendiri, tapi karena cairan yang mengandung sperma.
Sebanyak 20.000 hingga 40.000 wanita di Amerika menderita alergi jenis tersebut. Menurut Dr. Jonathan Bernstein dari University of Cincinnati, penyebabnya masih belum diketahui. Namun yang pasti, wanita yang alergi sperma akan alergi pula terhadap seks.
Kebanyakan penderita alergi sperma adalah para wanita yang baru pertama kali melakukan seks di malam pertama, tapi bisa juga menimpa wanita yang sudah berhubungan intim dengan pria yang sama dalam waktu yang sangat lama.
"Kasus alergi sperma pada wanita yang sudah lama menikah biasanya terjadi setelah melewati periode tertentu seperti hamil atau melahirkan. Wanita menjadi lebih sensitif dan peka dengan air mani. Tapi selama pasangan suami istri tetap melakukan hubungan seks pada periode itu, kasus alergi sperma bisa dicegah," ujar Dr. David Resnick, dari New York-Presbyterian Hospital, seperti dikutip dari Health, Senin (14/9/2009).
Karena kasus seminal plasma hypersensitivity ini sangat tidak lazim dan jarang terjadi, banyak dokter yang salah mendiagnosa dan menyatakannya sebagai kelainan vagina bahkan penyakit kelamin menular atau STDs (Sexually Transmitted Diseases). Banyak pasien yang ingin punya anak terpaksa menggunakan bantuan reproduksi dengan melakukan teknik pembersihan sperma dari cairannya, lalu dilakukan inseminasi buatan.
Ada banyak cara untuk tetap bisa melakukan seks dengan penderita alergi tersebut. Salah satu cara paling aman dan mudah adalah dengan memakai kondom yang bisa menahan sperma tidak keluar dan mengenai istri Anda yang alergi.
Teknik terbaru yang sedang dikembangkan Bernstein adalah dengan menyuntikkan zat yang mengandung isolat protein dari air mani pria sehingga alergi sperma bisa dilawan.
Meskipun tidak menyembuhkan alergi sperma seutuhnya, tapi kabar baiknya dengan teknik ini, Anda dan istri bisa melakukan seks hingga 48 jam tanpa perlu merasa alergi, tapi setelah itu kemungkinan alergi bisa muncul lagi.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









