

-
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 13:32 WIB
Vasektomi & Tubektomi Paling Tepat Buat Orang Indonesia -
Senin 21/05/2012 11:32 WIB
Cara Merawat Kemaluan Bayi Perempuan -
Senin 21/05/2012 12:31 WIB
Ini Penyebab Orang Batuk-batuk Setelah Berhenti Merokok -
Senin 21/05/2012 12:00 WIB
10 Tahun Lebih Muda dengan Menarik Wajah dari Telinga ke Telinga - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 5,978.000
-
Rp 464.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Teh Hijau Membuat Tulang Sehat
- Menghindari Kontaminasi Makanan di Supermarket
- Mengenal Ciri Pembohong Lewat Ekspresi
- Kurang Vitamin D Bisa Bikin Perempuan Hipertensi
- Clopidogrel
- Cotrimoxazole 480 mg
- Aloclair Gel
Info Obat :
Dokter Stres Penyebab Tertinggi Kesalahan Medis
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Newyorktimes)
Kelelahan, stres dan gejala depresi lainnya ternyata merupakan penyebab dokter menjadi 'error'. Bahkan studi yang dipimpin oleh Dr Colin P West, internis dari Mayo Clinic in Rochester, Amerika menemukan bahwa faktor-faktor error tersebut meningkatkan angka kesalahan medis hingga 3 kali lipat.
Kesalahan medis adalah isu penting saat ini. Menurut laporan dari Institute of Medicine, hampir 100.000 orang di Amerika meninggal setiap tahunnya karena kesalahan medis.
West dan rekannya melakukan survei dari tahun 2003 hingga 2008 terhadap para dokter yang melakukan medical error atau kesalahan medis pada pasiennya. Dari 378 dokter yang disurvei, sebanyak 39 persen dokter mengaku melakukan kesalahan karena faktor kelelahan, depresi, stres, rendahnya kualitas hidup dan kurang tidur.
Diantara faktor-faktor tersebut, West menemukan faktor stres dan lelah sebagai penyebab tertinggi kesalahan medis. "Stres dan lelah menyebabkan fungsi otak tidak bekerja maksimal dan akhirnya salah mendiagnosa penyakit bahkan bisa menyebabkan kematian," ujar Dr David J Birnbach dari University of Miami seperti dilansir Health24, Jumat (25/9/2009).
Masalahnya adalah dengan waktu kerja yang sangat padat, tidak ada sistem yang bisa memonitor kesehatan dokter itu sendiri, apakah ia kelelahan, kurang tidur, stres atau ada masalah lainnya. "Dokter juga perlu sistem yang mengontrol kesehatannya apalagi untuk dokter-dokter yang sudah berusia 65 atau 70 tahun," ujar David.
Dalam Journal of the American Medical Association, para dokter disarankan melakukan meditasi, sadar olahraga dan juga memahami pentingnya menjalankani profesi dokter dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu, rasa lelah fisik maupun batin pun bisa diatasi dan pasien pun tidak menjadi korban kesalahan medis.
"Intinya adalah mengatur jam biologis tubuh dan segera mengatasi rasa lelah agar bisa menyembuhkan pasien dengan aman," ujar David.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









