
-
Selasa 22/05/2012 12:34 WIB
Terapi Hormon untuk Perempuan Menopause Lebih Banyak Manfaatnya -
Selasa 22/05/2012 13:03 WIB
Anak Masa Kini Alami Kecanduan TV dan Komputer Seumur Hidupnya -
Selasa 22/05/2012 12:24 WIB
Kena Kencing Nanah, Harus Bagaimana? -
Selasa 22/05/2012 11:01 WIB
Dokter Pakai Semen untuk 'Tambal' Dada Pasien Pasca Operasi -
Selasa 22/05/2012 11:33 WIB
Jantung Buatan Terkecil di Dunia Dipasangkan untuk Bayi Italia - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 2,790.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Hula Hoop Cara Mudah Membakar Kalori
- Tidur, Obat Paling Mujarab untuk Influenza
- Bau Seperti Apa yang Dibenci Nyamuk?
- Dokter Stres Penyebab Tertinggi Kesalahan Medis
- Atrium Myxoma
- Agranulocytosis
- Batuk Rejan
Info Penyakit :
- Ciprofloxacin 500 mg
- Benfluorex
- Cefadroxil Syrup
Info Obat :
Racun Laba-Laba Bisa Obati Penderita Disfungsi Ereksi
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Dailymail)
Awalnya, para peneliti dari Amerika dan Brazil menemukan fakta bahwa seorang yang terkena gigitan laba-laba asal Brazil (Phoneutria nigriventer) pada bagian penisnya merasa kesakitan. Tapi ternyata efek lainnya adalah penis bisa mengalami ereksi dan bertahan lama hingga beberapa jam.
Akhirnya, racun yang dikeluarkan dari gigitan laba-laba tersebut diisolasi dan dimurnikan menjadi jenis racun Tx2-6 dan diinjeksikan pada tikus yang menderita hipertensi serta erectile dysfunction (ED) dengan dosis tertentu.
Peneliti kemudian mengukur kadar racun Tx2-6 dalam penis tikus dan ternyata racun tersebut dapat membuat jaringan penile yang ada di penis tikus berkontraksi dan berelaksasi. Kandungan nitrit oksida yang berfungsi dalam proses ereksi pun meningkat di bagian penis tersebut.
Pengobatan menggunakan bisa sudah lama dikenal oleh masyarakat Brazil. Mereka percaya bahwa bisa atau racun yang dikeluarkan oleh beberapa jenis binatang adalah obat ampuh untuk mengobati luka atau penyakit.
"Di Brazil, sudah biasa mengobati sesuatu dengan racun binatang, dan kami sangat tertarik dengan bisa laba-laba yang ternyata bisa menormalkan kembali gangguan ereksi," ujar Kenia Pedrosa Nunes dari Medical College of Georgia seperti dilansir Health24, Senin (28/9/2009).
Laba-laba Brazil sangat banyak ditemukan di daerah Amerika Selatan dan Tengah. Laba-laba jenis Phoneutria nigriventer diketahui sebagai laba-laba paling berbisa dan menyebabkan beberapa kematian di daerah tersebut.
Penyakit ED yang dikenal dengan masalah impotensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Untuk beberapa kasus, penyebabnya adalah masalah psikologi. Namun tidak sedikit juga penderita ED yang disebabkan oleh kecelakaan, diabetes dan penyakit lainnya.
Berdasarkan National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse (NKUDIC), seseorang dikategorikan ED jika memiliki ketidakmampuan total mencapai ereksi atau tidak konsistennya proses ereksi. Kondisi tersebut menimpa hampir 30 juta pria di Amerika saat ini.
Penemuan obat viagra seperti Levitra dan Cialis di akhir tahun 1990-an telah terbukti bisa mengobati penyakit ED, namun obat-obatan tersebut memungkinkan efek samping yang kurang baik bagi tubuh.
Baru-baru ini peneliti juga sudah mengembangkan krim viagra yang lebih aman bagi tubuh, dan kini bisa laba-laba pun menjadi terapi lainnya yang cukup menjanjikan bagi penderita ED.
"Konsep penggunaan bisa in sangat unik dan menarik. Kami yakin suatu hari nanti penemuan ini bisa jadi terapi pengobatan di bidang farmasi yang bisa mengobati pasien yang tidak bisa mengonsumsi Viagra. Butuh studi lebih lanjut untuk mengembangkannya," ujar Dr Arnold Melman dari Montefiore Medical Centre in New York City.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer

Main Tetris Bagus untuk Otak








