

-
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 13:32 WIB
Vasektomi & Tubektomi Paling Tepat Buat Orang Indonesia -
Senin 21/05/2012 11:32 WIB
Cara Merawat Kemaluan Bayi Perempuan -
Senin 21/05/2012 12:31 WIB
Ini Penyebab Orang Batuk-batuk Setelah Berhenti Merokok -
Senin 21/05/2012 12:00 WIB
10 Tahun Lebih Muda dengan Menarik Wajah dari Telinga ke Telinga - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 464.000
-
Rp 2,776.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Krisis Listrik di Jakarta Belum Ganggu Operasional Rumah Sakit
- Gadis Inggris Meninggal Setelah Divaksin Kanker Serviks
- Cacing Usus Melindungi Tubuh dari Alergi dan Asma
- Kesehatan Warga Membaik Saat Resesi Ekonomi
- Behcet Syndrome
- Blefaritis
- Aarskog
Info Penyakit :
- Buflomedil
- Benazepril
- Amoxycillin 250 mg
Info Obat :
Infeksi Bakteri Penyebab Kematian Penderita Flu Babi
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: medindia)
Petugas kesehatan Amerika Serikat melaporkan bahwa banyak orang yang meninggal akibat flu karena mengalami infeksi bakteri juga. Dari 77 orang yang meninggal akibat pandemik virus H1N1, didapatkan sebesar 29 persen dari jumlah tersebut mengalami infeksi bakteri.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Bencana AS (CDC) mengumumkan sebesar 50 persen bakteri yang menginfeksi pasien tersebut adalah bakteri Streptococcus pneumoniae, dimana infeksi ini sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Infeksi ini lebih mudah menyerang orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau sedang sakit parah yang disertai dengan flu.
"Penemuan ini mengindikasikan bahwa sebelum terjadi pandemik influenza, bakteri pneumonia telah menyebabkan kematian yang berhubungan dengan pandemik H1N1," ujar tim dari CDC dan Departemen Kesehatan Amerika, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/10/2009).
Banyaknya kematian akibat infeksi kedua bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun 1968 dan 1957 juga banyak terjadi orang meninggal akibat terinfeksi S.pneumoniae, Haemophilus influenzae, Staphylococcus aureus dan kelompok dari A Streptococcus. Tim dari CDC menambahkan bahwa orang yang mengalami sakit parah akibat infeksi kedua (infeksi bakteri) tidak akan menunjukkan gejala apapun, sehingga terkadang penyakit ini sedikit terlupakan.
Didapatkan 5 dari pasien meninggal yang berusia 9 tahun sampai 11 tahun terkena infeksi bakteri MRSA (methicillin-resistant S. aureus), sedangkan 7 anak-anak dilaporkan mengalami komplikasi flu seperti obesitas atau memiliki down syndrome.
"Sebaiknya melakukan pemeriksaan klinis secara rutin untuk mengidentifikasi apakah memiliki infeksi bakteri atau tidak," ungkap tim dari CDC.
Untuk itu selain melakukan vaksinasi flu, sebaiknya juga melakukan vaksinasi pneumococcal. Karena biasanya yang menyebabkan kematian akibat penyakit flu adalah adanya komplikasi atau infeksi kedua yang disebabkan oleh bakteri yang memperparah kondisi pasien flu tersebut.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









