
-
Selasa 22/05/2012 13:03 WIB
Anak Masa Kini Alami Kecanduan TV dan Komputer Seumur Hidupnya -
Selasa 22/05/2012 12:34 WIB
Terapi Hormon untuk Perempuan Menopause Lebih Banyak Manfaatnya -
Selasa 22/05/2012 12:24 WIB
Kena Kencing Nanah, Harus Bagaimana? -
Selasa 22/05/2012 11:01 WIB
Dokter Pakai Semen untuk 'Tambal' Dada Pasien Pasca Operasi -
Selasa 22/05/2012 11:33 WIB
Jantung Buatan Terkecil di Dunia Dipasangkan untuk Bayi Italia - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,790.000
-
Rp 471.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Ibu Bekerja, Pola Hidup Anak Cenderung Tidak Sehat
- Anak Terkena Flek Paru-paru Belum Tentu TBC
- Mengenal Sindrom Asperger
- Bayi Lahir Sekarang Bisa Hidup Hingga 100 Tahun
- Aritmia
- Agunan Medial Ligamen (MCL)
- Acne Rosacea
Info Penyakit :
- Barnidipine
- Acyclovir Liquid
- Bivalirudin
Info Obat :
Senam Otak Atasi Trauma Anak Korban Bencana
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: detikcom)
Bencana alam yang terjadi seperti tsunami atau gempa bumi, bisa menimbulkan luka trauma yang mendalam bagi anak-anak. Trauma tersebut bisa diakibatkan oleh pengalaman mengerikan yang dialaminya atau kehilangan orangtua dan tempat tinggalnya.
"Senam otak bisa membantu mengatasi trauma tersebut dengan melakukan relaksasi, mengeluarkan stres atau ketakutan yang ada dalam diri si anak serta meningkatkan kepercayaan diri dan semangat anak," ujar Tri Gunadi OT, S.Psi dalam acara talkshow Berbagai Gerakan Senam Otak Untuk Mencerdaskan Anak di STIKOM LSPR, Jakarta, Sabtu (3/10/2009).
Tri Gunadi menambahkan sebelum dilakukan senam otak, trainer mencari tahu terlebih dahulu tingkat trauma yang dialami anak. Apakah trauma ringan, sedang atau parah. Setelah itu bisa ditentukan gerakan apa yang harus dilakukan untuk membantu anak terlepas dari rasa trauma.
"Kita pernah melakukan ini pada saat bencana tsunami di Aceh, dengan dibantu tim dari medis, terapis, psikolog dan trainer senam otak. Kita melakukannya setiap hari selama 2 minggu dan hasil yang didapatkan sangat bagus," ujar dosen tamu profesi klinis anak Fakultas Psikologi UI.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengatasinya tergantung dari seberapa tinggi tingkat trauma yang dialami oleh si anak. Biasanya gerakan yang dibutuhkan oleh anak korban bencana adalah gerakan senam yang bisa meningkatkan motivasi atau semangat diri.
Gerakan tersebut seperti Thinking Cap (pasang telinga) yang berfungsi untuk menghantarkan rasa nyaman ke pusat telinga. Gerakan itu membuat anak menjadi mampu untuk duduk tenang dan berkonsentrasi pada saat pusat keseimbangan stabil. Serta gerakan Balance Button (tombol imbang) yang berfungsi mengaktifkan otak dan memusatkan perhatian, mengambil keputusan, berkonsentrasi dan pemikiran asosiatif.
"Untuk membantu anak korban bencana alam, biasanya kita datang saat kondisi anak sudah baik dalam arti luka-luka atau cedera yang dialami sudah ditangani oleh dokter," ungkap anggota psycholocigal crisis UI ini.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









