detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Senin, 22/12/2014 13:16
100 Konsultasi Terpopuler

Kusta Bukan Kutukan, Stop Diskriminasi

Irna Gustia - detikHealth
Kamis, 08/10/2009 13:40 WIB
Halaman 1 dari 2
(Foto: typesofbacteria)
Jakarta, Perlakuan terhadap penderita kusta masih sangat memprihatinkan. Penderita kusta seperti hidup di dunia lain karena dijauhi masyarakat yang takut ketularan penyakitnya. Padahal kusta penyakit yang tidak gampang menular.

Kelompok penderita atau bekas penderita kusta biasanya hidup bersama karena sulitnya mendapatkan penerimaan dari warga sekitar. Kusta atau lepra adalah kondisi medis yang menimpa jutaan manusia di dunia. Sebanyak 90 persen penderita kusta hidup di negara berkembang termasuk Indonesia.

"Kusta disebabkan oleh bakteri, yang bernama mycobacterium leprae. Bukan karena keturunan, kutukan, ataupun hukuman dari dosa," kata DR. AB. Susanto, Presiden dari Gempita (Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia & Dunia Tanpa Kusta) dalam siaran pers, Kamis (8/10/2009).

Diantara penyakit menular lainnya kusta termasuk sulit menular. Lebih 95% dari total penduduk dunia secara alamiah kebal terhadap penyakit ini. Diperkirakan penularan yang terjadi ada hubungannya dengan kondisi kekurangan gizi dan kemiskinan.

Namun setelah penderita kusta mengkonsumsi obat dari tenaga medis, maka dalam waktu 2 x 24 jam penderita sudah tidak menularkan penyakitnya lagi. Sayangnya saat ini masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap penyakit kusta, sehingga mengakibatkan diskriminasi terhadap penderita kusta di masyarakat.

Maka itu Gempita giat mengampanyekan stop diskriminasi terhadap kusta. 'Kusta bisa sembuh!' Hal inilah yang ditekankan pada acara sosialisasi informasi kusta.

"Apabila Anda menemukan bercak putih pada tubuh anda, periksalah dengan menusuknya, apabila 'mati rasa' (kebas) waspadai kusta! Segeralah periksakan diri anda lebih lanjut di Puskesmas terdekat. Walaupun seandainya ternyata memang benar-benar gejal kusta, jangan khawatir karena kusta bisa sembuh dengan multydrugtherapy (MDT)," kata DR. AB Susanto.Next

Halaman 1 2
(ir/ir)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit