detikhealth

Dituding Titipan Asing, Menkes Bikin Program Pro Rakyat

Vera Farah Bararah - detikHealth
Jumat, 23/10/2009 08:43 WIB
Dituding Titipan Asing, Menkes Bikin Program Pro Rakyat(Foto: setpres)
Jakarta, Tuduhan sebagai menteri titipan asing, dijawab Menteri Kesehatan Dr.dr. Endang Rahayu Sedyaningsih dengan membuat program 100 kerja pertamanya yang pro rakyat.

Mungkin karena penunjukkannya yang mendadak, program 100 hari tersebut tidak terlalu rinci targetnya.

"Program-program yang pro rakyat tidak akan dibongkar pasang lagi, karena ini adalah jilid 2, sedangkan program mana yang belum lancar akan diselesaikan dan diatasi bersama," ungkap Endang Rahayu dalam acara sertijab menkes, Kamis malam (22/10/2009).

Menkes Endang Rahayu mengungkapkan program 100 hari kerjanya sebagai menteri kesehatan, yaitu:
  1. Menata kembali departemen sehingga bisa mengetahui hal mana yang harus lebih difokuskan.
  2. Melanjutkan program yang pro rakyat.
  3. Mengedepankan program yang preventif (pencegahan), promotif (mensosialisasikan) dan kuratif (pengobatan) secara seimbang.
  4. Menggiatkan lebih aktif program kesehatan untuk berbagai lapisan masyarakat sesuai dengan visi dari departemen kesehatan yaitu menciptakan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.

Dalam menjalankan tugasnya nanti, Menkes meminta dukungan, dorongan dan tenaga dari segenap jajaran departemen kesehatan untuk dapat melaksanakan program kesehatan yang akan dirilisnya.

"Karena dalam hal ini kita bekerja untuk bangsa, sehingga kerja sama dan integritas yang tinggi merupakan hal yang penting," tambahnya.

Endang juga mengatakan dirinya merasa bangga atas segala pencapaian yang telah dilakukan menkes sebelumnya.

Dia berjaji akan terus meneruskan semua program menkes terdahulu terutama program yang pro rakyat seperti Jamkesmas (Jaminan kesehatan masyarakat).

Sementara dalam pidatonya, mantan Menkes Siti Fadilah Supari meminta Endang agar tetap menjalankan tiga program yang telah dirintisnya, yaitu:
  1. Program Jamkesmas yang diharapkan bisa mencapai segala lapisan masyarakat, sehingga hak rakyat bisa benar-benar sesuai dengan UUD 1945.
  2. Menginginkan agar litbangkes menjadi pusat riset di Indonesia yang menggunakan spesimen manusia.
  3. Menyatakan bahwa Indonesia telah siap dalam hal pembuatan vaksin H5N1 dan H1N1 yang saat ini sedang dalam tahap penataan bahan bakunya.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit