

-
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 13:32 WIB
Vasektomi & Tubektomi Paling Tepat Buat Orang Indonesia -
Senin 21/05/2012 13:17 WIB
Berapa Usia Kehamilan yang Boleh Terbang Naik Pesawat? -
Senin 21/05/2012 14:01 WIB
Pakar Kependudukan Minim, Beasiswa Ilmu Kependudukan Diperbanyak -
Senin 21/05/2012 12:00 WIB
10 Tahun Lebih Muda dengan Menarik Wajah dari Telinga ke Telinga - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,776.000
-
Rp 5,978.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Kapan Indonesia Bebas Rabies?
- Kopi, Teh dan Anggur Cegah Infeksi Saluran Kemih
- Cara Efektif Deteksi Kanker Serviks
- Hidup Penuh Ketakutan Penderita Schizofrenia
- Actinomycosis
- Arthritis Reaktif
- Anafilaksis
Info Penyakit :
- Cefazolin
- Ceftriaxone
- Cotrimoxazole 480 mg
Info Obat :
Membangun Ikatan Emosional Dengan Anak
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: netsentron)
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak dipengaruhi oleh faktor nature (pemberian dari Tuhan) dan juga nurture (pengaruh dari lingkungan). Faktor kedua meliputi stimulasi yang diberikan serta gizi yang didapatkan oleh si anak. Saat anak berusia 6 tahun ke atas, maka anak sudah harus bergaul sehingga peran komunikasi dengan orangtua sangat penting.
"Peran orangtua dalam memahami si anak sangat diperlukan, salah satunya dengan komunikasi. Keterampilan komunikasi ini penting saat anak aktif bersosialisasi dengan teman atau guru di sekolah," ujar Rosemini, A.P., Mpsi dalam acara Nestle Dancow Coklat Actigo 'Apa Ceritamu Hari Ini' di Cilandak Jakarta, Minggu (1/11/2009).
Komunikasi yang dilakukan bisa dengan mengajaknya berbicara dalam suasana menyenangkan sehingga akan memacu si kecil untuk mengembangkan kemampuan komunikasi verbalnya. Saat anak mulai berinteraksi dengan teman sebayanya, maka waktu yang dihabiskan bersama keluarga menjadi lebih sedikit sehingga ikatan emosi dengan orangtua berkurang.
Menurut psikolog yang akrab disapa Bunda Romi ini bentuk komunikasi yang diharapkan melibatkan bahasa verbal dan non verbal sehingga tidak monoton. Komunikasi berlangsung 2 arah yang membuat menjadi lebih efektif, melibatkan kemampuan berempati dan mendengar aktif dalam hal ini orangtua harus memposisikan diri sebagai anak dan hendaknya ada umpan balik atau tanggapan jika si anak menceritakan lewat surat atau tulisan.
"Untuk menciptakan komunikasi 2 arah orangtua harus memancing dengan membuat pertanyaan yang kreatif dan tidak sama setiap harinya, jadi anak tidak bosan dengan pertanyaan yang itu-itu saja," ungkap pakar psikologi anak dan keluarga ini.
Peran orangtua adalah memahami anak, menyejajarkan diri dengan cara pandang anak. Membuat pintu komunikasi sejak dini penting untuk mempererat hubungan dan ikatan emosional dengan anak. "Kehangatan kasih sayang dalam keluarga dapat membuat suasana nyaman bagi anak," ujar Bunda Romi.
Jika orangtua bisa melakukan komunikasi dengan efektif maka ada beberapa manfaat yang didapatkan, yaitu:
- Bisa diketahui apa minat, potensi, kelebihan dan kekurangan anak sehingga tahu apa yang sedang dibutuhkan oleh si anak.
- Orangtua dapat memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak, karena stimulasi spesifik untuk tiap anak.
- Bisa membangun kedekatan dengan anak.
- Anak merasa dihargai karena ceritanya mendapat perhatian atau tanggapan.
- Meminimalisir kesalahpahaman antara orangtua dengan anak.
Orangtua bisa menjadi sahabat bagi si anak tanpa menghilangkan wibawanya, misal dengan menjadi teladan yang baik bagi anak. Jika seperti itu maka anak tidak akan canggung dan sungkan untuk mencurahkan isi hatinya, tapi tetap menghormati Anda sebagai orangtua.
Rose Mini memeberikan tips bagi orangtua agar bisa menjalin komunikasi yang efektif dengan anak:
- Hargai minat anak dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan ceritanya, misal saat makan bersama atau menjelang tidur.
- Usahakan untuk mengajak anak tidak hanya bercerita lewat lisan tapi melalui tulisan juga sehingga bisa merangsang perkembangan bahasanya.
- Doronglah anak untuk memecahkan setiap masalahnya dan membuat beberapa target.
- Posisikan diri sebagai sahabat dengan memasuki dunianya, sehingga keterbukaan dan kepercayaan terjalin antar keduanya.
- Berikan anak ruang untuk emngeksplorasi dunia luar sehingga bisa menambah wawasan dan mengenal banyak hal.
- Berikan tanggapan atas cerita anak yang akan membuatnya merasa dihargai dan memiliki kendali atas kehidupannya sendiri.
Doronglah anak untuk aktif bercerita mengenai apa saja yang dialaminya pada hari itu, biasanya apapun yang diceritakan oleh si anak merupakan salah satu hal yang paling menarik
(ver/ir)
BACA JUGA :









