
Forum DetikHealth
- Sin Rokok Terapi... yadits
- Rokok Kesehatan... beatmatic
- Sin Nashuha... rachmaditriatmojo
- Fitness... stevewinata
- Hati-hati pada Dokter?... JOXZIN
- Mengapa Wanita Gendut (ce... utara19
Cari Obat
Cari Lokasi
Selasa, 03/11/2009 12:35 WIB

(Foto : Dailymail)San Fransisco, Larangan berkunjung ke AS bagi pengidap HIV yang sempat menimbulkan kontroversi akhirnya dicabut setelah selama dua dekade diberlakukan. Aturan semula, siapapun yang ingin memasuki negara paman Sam harus terbebas dari HIV.
Aturan itu dianggap masyarakat, para pakar kesehatan dan AIDS sebagai aturan yang kolot dan diskriminasi. Presiden Barack Obama pun akhirnya pada Jumat 30 Oktober 2009 mencabut aturan larangan kunjungan tersebut.
Amerika ternyata bukan satu-satunya negara yang menerapkan aturan itu. Beberapa negara seperti Yaman, Qatar dan Sudan pun melarang orang yang ingin berkunjung atau masuk ke negaranya jika terdeteksi memiliki virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Semula aturan tersebut paling cepat dicabut tahun 2010. Dr Grant Colfax, direktur dari HIV Prevention and Research for the San Francisco Department of Public Health mengatakan larangan itu adalah bentuk diskriminasi bagi penderita HIV dan akan membuat masyarakat resah.
"Larangan itu telah membuat orang-orang terutama penderita HIV bersembunyi dan tidak mau menjalani tes," ujar Colfax seperti dikutip dari San Fransisco Gate, Selasa (3/11/2009).
Sementara itu, Lance Toma, direktur eksekutif dari Asian and Pacific Islander Wellness Center, San Francisco mengatakan bahwa larangan itu semakin melegalkan diskriminasi bagi pendeita HIV.
"Stigma buruk dan diskriminasi adalah isu besar bagi penderita HIV. Dan aturan itu hanya akan melegalkan stigma itu. Penderita HIV justru akan semakin merasa dibedakan," ujar Toma.
Tanggapan protes juga datang dari National Minority AIDS Council. "Larangan itu sangat adalah pemikiran yang sangat kolot untuk mencegah suatu penyebaran penyakit. Seharusnya pemerintah menyelesaikan masalah HIV dari sisi ilmu pengetahuan juga, jangan hanya membuat kebijakan tanpa dasar ilmiahnya," protes Ravinia Hayes-Cozier, direktur kebijakan hubungan masyarakat dan pemerintah dari National Minority AIDS Council.
Rencana pencabutan larangan tersebut sudah dipersiapkan oleh pemerintahan Bush sejak tahun 2006 namun baru direalisasikan oleh pemerintahan Obama saat ini. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan ada sekitar 56,300 penderita HIV yang terdeteksi pada tahun 2007 di Amerika Serikat.
Jumlah ini diprediksikan akan terus meningkat, bahkan CDC memperkirakan ada sekitar 1 juta penderita HIV di Amerika saat ini.
(fah/ir)
Larangan Penderita HIV Tidak Boleh Berkunjung ke AS Dicabut
Nurul Ulfah - detikHealth

(Foto : Dailymail)
Aturan itu dianggap masyarakat, para pakar kesehatan dan AIDS sebagai aturan yang kolot dan diskriminasi. Presiden Barack Obama pun akhirnya pada Jumat 30 Oktober 2009 mencabut aturan larangan kunjungan tersebut.
Amerika ternyata bukan satu-satunya negara yang menerapkan aturan itu. Beberapa negara seperti Yaman, Qatar dan Sudan pun melarang orang yang ingin berkunjung atau masuk ke negaranya jika terdeteksi memiliki virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Semula aturan tersebut paling cepat dicabut tahun 2010. Dr Grant Colfax, direktur dari HIV Prevention and Research for the San Francisco Department of Public Health mengatakan larangan itu adalah bentuk diskriminasi bagi penderita HIV dan akan membuat masyarakat resah.
"Larangan itu telah membuat orang-orang terutama penderita HIV bersembunyi dan tidak mau menjalani tes," ujar Colfax seperti dikutip dari San Fransisco Gate, Selasa (3/11/2009).
Sementara itu, Lance Toma, direktur eksekutif dari Asian and Pacific Islander Wellness Center, San Francisco mengatakan bahwa larangan itu semakin melegalkan diskriminasi bagi pendeita HIV.
"Stigma buruk dan diskriminasi adalah isu besar bagi penderita HIV. Dan aturan itu hanya akan melegalkan stigma itu. Penderita HIV justru akan semakin merasa dibedakan," ujar Toma.
Tanggapan protes juga datang dari National Minority AIDS Council. "Larangan itu sangat adalah pemikiran yang sangat kolot untuk mencegah suatu penyebaran penyakit. Seharusnya pemerintah menyelesaikan masalah HIV dari sisi ilmu pengetahuan juga, jangan hanya membuat kebijakan tanpa dasar ilmiahnya," protes Ravinia Hayes-Cozier, direktur kebijakan hubungan masyarakat dan pemerintah dari National Minority AIDS Council.
Rencana pencabutan larangan tersebut sudah dipersiapkan oleh pemerintahan Bush sejak tahun 2006 namun baru direalisasikan oleh pemerintahan Obama saat ini. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan ada sekitar 56,300 penderita HIV yang terdeteksi pada tahun 2007 di Amerika Serikat.
Jumlah ini diprediksikan akan terus meningkat, bahkan CDC memperkirakan ada sekitar 1 juta penderita HIV di Amerika saat ini.
Rekomendasi Obat
Komentar terkini (1 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin di elin@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.520).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin di elin@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.520).


