
-
Selasa 22/05/2012 15:59 WIB
Seperti Ini Cara Merawat Kelamin Wanita -
Selasa 22/05/2012 19:33 WIB
Latihan untuk Pria Agar Bisa Orgasme Berkali-kali -
Selasa 22/05/2012 15:02 WIB
10 Hal yang Mempengaruhi Kualitas Sperma -
Selasa 22/05/2012 20:10 WIB
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan -
Selasa 22/05/2012 13:56 WIB
Hati-hati, 'Mati di Atas Pusar' Karena Beli Viagra Sembarangan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 6,087.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Pasien Cuci Darah Jangan Terlalu Kurus
- Antibiotik Bisa Sebabkan Anak Lahir Cacat
- Lyme, Teror Penyakit dari Bakteri Kutu
- Sering Konsumsi Makanan Olahan Bisa Bikin Depresi
- HIV-AIDS
Info Penyakit :
- RAPID TEST SD BIOLINE HIV 1/2 3.0
Info Obat :
Updated
Larangan Penderita HIV Tidak Boleh Berkunjung ke AS Dicabut
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Dailymail)
Aturan itu dianggap masyarakat, para pakar kesehatan dan AIDS sebagai aturan yang kolot dan diskriminasi. Presiden Barack Obama pun akhirnya pada Jumat 30 Oktober 2009 mencabut aturan larangan kunjungan tersebut.
Amerika ternyata bukan satu-satunya negara yang menerapkan aturan itu. Beberapa negara seperti Yaman, Qatar dan Sudan pun melarang orang yang ingin berkunjung atau masuk ke negaranya jika terdeteksi memiliki virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Semula aturan tersebut paling cepat dicabut tahun 2010. Dr Grant Colfax, direktur dari HIV Prevention and Research for the San Francisco Department of Public Health mengatakan larangan itu adalah bentuk diskriminasi bagi penderita HIV dan akan membuat masyarakat resah.
"Larangan itu telah membuat orang-orang terutama penderita HIV bersembunyi dan tidak mau menjalani tes," ujar Colfax seperti dikutip dari San Fransisco Gate, Selasa (3/11/2009).
Sementara itu, Lance Toma, direktur eksekutif dari Asian and Pacific Islander Wellness Center, San Francisco mengatakan bahwa larangan itu semakin melegalkan diskriminasi bagi pendeita HIV.
"Stigma buruk dan diskriminasi adalah isu besar bagi penderita HIV. Dan aturan itu hanya akan melegalkan stigma itu. Penderita HIV justru akan semakin merasa dibedakan," ujar Toma.
Tanggapan protes juga datang dari National Minority AIDS Council. "Larangan itu sangat adalah pemikiran yang sangat kolot untuk mencegah suatu penyebaran penyakit. Seharusnya pemerintah menyelesaikan masalah HIV dari sisi ilmu pengetahuan juga, jangan hanya membuat kebijakan tanpa dasar ilmiahnya," protes Ravinia Hayes-Cozier, direktur kebijakan hubungan masyarakat dan pemerintah dari National Minority AIDS Council.
Rencana pencabutan larangan tersebut sudah dipersiapkan oleh pemerintahan Bush sejak tahun 2006 namun baru direalisasikan oleh pemerintahan Obama saat ini. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan ada sekitar 56,300 penderita HIV yang terdeteksi pada tahun 2007 di Amerika Serikat.
Jumlah ini diprediksikan akan terus meningkat, bahkan CDC memperkirakan ada sekitar 1 juta penderita HIV di Amerika saat ini.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









