
-
Selasa 22/05/2012 15:59 WIB
Seperti Ini Cara Merawat Kelamin Wanita -
Selasa 22/05/2012 19:33 WIB
Latihan untuk Pria Agar Bisa Orgasme Berkali-kali -
Selasa 22/05/2012 20:10 WIB
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan -
Selasa 22/05/2012 15:02 WIB
10 Hal yang Mempengaruhi Kualitas Sperma -
Selasa 22/05/2012 13:56 WIB
Hati-hati, 'Mati di Atas Pusar' Karena Beli Viagra Sembarangan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 6,087.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Pentingnya Deteksi Dini Saat Bayi Baru Lahir
- Konsumsi Serat Tinggi Hambat Kehamilan
- Ingin Kurus, Wanita Gemuk Pilih Cara Melahirkan Anak
- Orangtua Bayi Sindrom Miastenik Berharap Ada Keajaiban
- Antraks
- Alzheimer
- Balanitis Xeronika
Info Penyakit :
- Cotrimoxazole Susp 240 mg/ 5ml
- Cefoxitin
- Cilostazol
Info Obat :
Ajari si Kecil Ucapkan Maaf
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: parentconnect)
Para ahli setuju bahwa anak-anak tidak boleh dipaksa untuk mengatakan maaf saat dirinya melakukan suatu kesalahan. Tapi bukan berarti anak-anak bisa lepas tanggung jawab begitu saja. Anak tetap harus diajarkan mengenai perilaku yang baik dan buruk.
Orangtua harus mengambil kesempatan untuk mengajarkan anaknya mengenai perilaku apa yang baik dan perilaku seperti apa yang buruk pada waktu yang sama. Sehingga anak bisa membandingkan keduanya serta mengerti bahwa dirinya hanya boleh berperilaku baik saja.
Memaksakan anak kecil untuk meminta maaf setelah menggigit atau memukul anak lain tidak akan memberikan maaf yang tulus dan mengubah perilaku anak. Jadi ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua agar anak mengerti arti dari kata maaf, seperti dikutip dari Childcare, Rabu (4/11/2009):
1. Gunakan perilaku buruk sebagai contoh saat mengajarkan anak. Para ahli sempat memiliki perbedaan opini, tapi secara umum menyetujui bahwa anak harus berpikir apa yang dilakukannya itu salah dan apa akibatnya jika anak melakukan hal itu. Setelah memberi anak waktu untuk berpikir, lalu tanyakan apa yang harus dilakukannya untuk membuat hal tersebut menjadi benar. Jika anak menyarankan untuk meminta maaf atau memberikan pelukan, maka itu akan lebih baik dan terlihat lebih tulus.
2. Beri label mengenai beberapa perbuatan yang salah. Orangtua dan pengasuhnya harus memberitahu anak bahwa setiap perbuatan yang salah akan menerima suatu konsekuensi dan merupakan hal yang penting untuk menebus kesalahan itu dengan cara minta maaf.
3. Bicarakan mengenai suatu perasaan. Saat memasuki usia sekolah, anak-anak mulai belajar mengenai empati dan juga perasaan. Ketika seorang anak belajar bahwa perbuatannya tersebut bisa membuat anak lain merasa sedih atau terluka, maka hal ini lebih bisa membuat anak sadar bahwa dirinya telah melakukan suatu kesalahan dan harus bertanggung jawab atas tindakannya tersebut.
4. Komunikasikan dengan baik mengenai alasan dibalik kata maaf. Komunikasi adalah cara yang tepat untuk membantu anak memahami perbuatannya dan membuatnya menjadi menyesal. Bicarakan hal ini secara konsisten agar diterapkan di rumah dan sekolah.
5. Pastikan untuk selalu menunjukkan rasa cinta pada anak. Jangan pernah membiarkan anak merasa tidak dicintai ketika melakukan suatu kesalahan, ucapkanlah bahwa orangtua akan lebih mencintai anak jika dirinya bertanggung jawab dan mau mengakui kesalahan dengan mengucapkan maaf.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









