

-
Senin 21/05/2012 15:31 WIB
Rawatlah Alat Vital si Buyung dengan Cara Ini -
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 15:14 WIB
Nikah 6 Bulan, Tapi Suami Takut Coitus -
Senin 21/05/2012 13:32 WIB
Vasektomi & Tubektomi Paling Tepat Buat Orang Indonesia -
Senin 21/05/2012 13:17 WIB
Berapa Usia Kehamilan yang Boleh Terbang Naik Pesawat? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 5,978.000
-
Rp 464.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Senggol Istri, Alergi Suami Makin Parah
- Dengkuran Hilang dengan Suntikan Anti Ngorok
- Koyo Nikotin & Obat Pelega Tenggorokan untuk Stop Merokok
- Memori Otak Rusak Tanpa Disadari
- Biduran/Kaligata
- Buang Gas
- Batuk Rejan
Info Penyakit :
- Cotrimoxazole 480 mg
- Chlorpropamide
- Ceftriaxone
Info Obat :
Bad Mood Bikin Otak Lebih Kritis dan Tajam
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Hypnosisdevon)
Studi yang dipimpin oleh seorang professor psikologi, Joseph Forgas dari the University of New South Wales menyebutkan bahwa bad mood atau perasaan buruk dan negatif justru membuat seseorang berpikir lebih kritis dan tajam daripada orang bahagia dengan mood baik yang cenderung percaya pada apapun yang dikatakan orang lain.
"Mood positif cenderung merangsang kreatifitas, fleksibilitas, kemampuan bekerjasama dan rasa percaya pada orang lain. Sedangkan mood negatif akan membuat seseorang lebih kritis, berhati-hati dan perhatian pada suatu hal," ujar Forgas seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/11/2009).
Dalam Australian Science Journal disebutkan bahwa diantara sekian banyak mood negatif yang ada, ternyata perasaan sedihlah yang paling meningkatkan kemampuan otak seseorang dalam berpikir kritis, cermat dan menyimpan memori.
Forgas dan rekannya memulai studinya dengan memberi dua jenis tontonan pada partisipan, yaitu film sedih dan bahagia. Partisipan juga diminta untuk mengingat kembali masa-masa sedih dan bahagia yang pernah dialami. Setelah menonton film, partisipan kemudian diberi beberapa pertanyaan tentang mitos-mitos yang salah.
Hasilnya, partisipan yang telah menonton film sedih dan memiliki mood buruk tidak mudah percaya dengan mitos-mitos dan pernyataan yang salah dibanding partisipan yang menonton film bahagia dan memiliki mood yang lebih baik.
"Partisipan dengan mood buruk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, jarang melakukan kesalahan dan lebih ingat dengan apa yang terdapat dalam film yang mereka tonton daripada mereka dengan mood bahagia," jelas Forgas.
Seseorang dengan mood, perasaan atau pikiran buruk pun justru lebih baik dalam mengerjakan soal-soal tertulis dan menyelesaikan suatu kasus. "Mereka lebih konsentrasi dan sukses ketika mengerjakan sesuatu. Keahlian berkomunikasinya pun lebih baik," jelas Forgas.
"Mungkin itu karena perasaan mereka yang lebih sensitif dan cenderung mencurigai setiap hal sehingga dalam memutuskan atau memikirkan sesuatu akan lebih cermat, teliti dan matang," tambahnya.
Mood dan pikiran positif memang baik karena bisa meningkatkan rasa optimis. Tapi ternyata mood atau pikiran negatif pun ada manfaatnya. Otak menjadi lebih aktif, konsentrasi, jarang melakukan kesalahan, bahkan mungkin membuat seseorang lebih cerdas. Jadi tidak ada salahnya sesekali menangis atau berpikiran negatif.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









