

-
Senin 21/05/2012 15:31 WIB
Rawatlah Alat Vital si Buyung dengan Cara Ini -
Senin 21/05/2012 15:14 WIB
Nikah 6 Bulan, Tapi Suami Takut Coitus -
Senin 21/05/2012 15:42 WIB
541 Ribu Orang Indonesia Terancam HIV Positif di 2014 -
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 16:00 WIB
Cara-cara Tidak Ilmiah yang Dipercaya Bikin Awet Muda - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 5,978.000
-
Rp 464.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Cegah Bayi Kuning, Calon Ibu Sebaiknya Periksa Rhesus Darah
- Ibu Menyusui Jangan Minum Kafein
- Berikan ASI Meskipun Ibu Bekerja
- Tidur Banyak di Akhir Pekan Bikin Anak Tetap Langsing
- Aneurisma Aorta Abdominalis
- Actinomycosis
- Apoplexy
Info Penyakit :
- Acyclovir Liquid
- Buflomedil
- Carteolol
Info Obat :
Saat Monster dan Naga Menghantui si Kecil
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: cdn)
Seperti yang dilakukan seorang ibu bernama Melinda Roberts yang menonton film animasi bersama anak-anaknya yang berusia 7 tahun, 9 tahun dan 11 tahun. Melinda mencoba membantu anak-anak untuk mengenali suara aktor dan bagaimana proses film tersebut dibuat sehingga anak-anak tidak takut dengan monster, naga atau bentuk menyeramkan lainnya.
Hal itu sesuai dengan sebuah penelitian dari jurnal Child Development yang menyatakan bahwa meyakinkan anak-anak gambar-gambar tersebut tidak nyata sangat membantu anak usia 7 tahun ke atas menjadi tidak takut. Tapi untuk anak di bawah usia 7 tahun hal ini tidak terlalu berhasil dan cenderung kurang disukai anak-anak.
Jika seorang anak percaya adanya makhluk raksasa di tempat tidurnya, maka orangtua harus mengatakan bahwa makhluk tersebut hanya ingin bermain bersamanya. Saat anak sudah merasa sedikit tenang, orangtua bisa menjelaskan bahwa makhluk raksasa tersebut sebenarnya tidak ada dan tidak nyata.
Dawn Huebner, seorang psikolog dari Exeter, New Hampshire mengungkapkan jika anak sudah bisa memahami perbedaan antara khayalan dan kenyataan, maka anak harus bisa mengatasi ketakutan tersebut dengan pikiran bahwa gambar yang menghantuinya adalah tidak nyata, seperti dikutip dari CNN, Senin (16/11/2009).
Orangtua bisa mengajari anak cara membedakan ketakutan di kepalanya dengan bahaya yang sebenarnya. Anak yang sudah bisa memahami konsep "false alarm" dapat membantunya memahami bahwa rasa takut tersebut tidak berarti ada ancaman dan dapat meyakinkan dirinya sendiri untuk menjadi lebih berani.
Jika anak belum bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan, maka orangtua bisa menggunakan strategi "raksasa yang ramah" pada anak-anaknya saat masih kecil dan cara ini terbilang cukup berhasil. "Ini bukan menekan pikiran negatif, tapi berusaha membingkai sesuatu menjadi sedikit lebih positif," ujar psikolog Liat Sayfan dan Kristin Hansen Lagattuta.
Tapi sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan anak usia 3 sampai 4 tahun tidak dapat menggunakan penalaranannya untuk bisa membuat dirinya merasa lebih baik. Untuk itu Huebner menyarankan agar mematikan televisi jika program atau filmnya terlalu menakutkan bagi anak yang masih sangat kecil.
"Lebih baik bagi anak-anak untuk meninggalkan ruangan atau penutup matanya jika menonton karakter yang menakutkan, karena melihat sekilas tontonan tersebut dapat meninggalkan kesan yang lebih dalam daripada melihat terlalu lama," ungkap Huebner.
Sebagai contoh, beberapa anak bahkan ada yang merasa takut saat melihat sampul DVD. Bagi anak yang sudah lebih besar, mengajaknya berpikir tentang proses pembuatan film dapat membantunya mengatasi ketakutannya pada gambar-gambar yang menyeramkan. Karena nantinya anak-anak akan lebih terpesona dengan berbagai efek khusus yang dihasilkan dari gambar tersebut.
Untuk bisa mengatasi ketakutan anak terhadap monster, naga atau raksasa lainnya, sebaiknya orangtua sesuaikan dengan usia si anak apakah sudah bisa membedakan antara fantasi dengan kenyataan atau harus menjauhkannya dari gambar atau tontonan tersebut.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









