
-
Selasa 22/05/2012 15:59 WIB
Seperti Ini Cara Merawat Kelamin Wanita -
Selasa 22/05/2012 19:33 WIB
Latihan untuk Pria Agar Bisa Orgasme Berkali-kali -
Selasa 22/05/2012 20:10 WIB
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan -
Selasa 22/05/2012 15:02 WIB
10 Hal yang Mempengaruhi Kualitas Sperma -
Selasa 22/05/2012 13:56 WIB
Hati-hati, 'Mati di Atas Pusar' Karena Beli Viagra Sembarangan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,790.000
-
Rp 6,087.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Penyakit Jantung Ditemukan Pada Mumi
- Penambahan Asam Folat Pada Makanan Memicu Kanker
- Pengobatan Gangguan Ereksi dengan Terapi Gelombang Kejut
- Mengaku Kena Kanker Demi Membesarkan Payudara
- Asites
- Alkoholik
- Alergi Kulit
Info Penyakit :
- Chloramphenikol
- Cefoperazone
- Benfluorex
Info Obat :
40 Juta Penduduk Indonesia Berpotensi Kena Kaki Gajah
Nurul Ulfah - detikHealth
dok. Detikbandung
Penyakit kaki gajah tidak datang secara tiba-tiba melainkan butuh waktu bertahun-tahun sampai si larva cacing (mikrofilaria) menyumbat pembuluh limfe yang kemudian menyebabkan pembengkakan organ.
Potensi 40 juta penduduk yang terkena kaki gajah ini berdasarkan hasil survei departemen kesehatan hingga tahun 2008 di 361 kabupaten di Indonesia yang menemukan 11.699 kasus filariasis.
"Tapi itu hanya yang terdeteksi, di luar sana masih banyak yang menutup-nutupi penyakitnya itu. Jika dilakukan pemetaan, prevalensi kasus filariasis ini adalah sebesar 19 persen. Artinya 40 juta orang di Indonesia berpotensi mengalami kaki gajah," jelas ujar Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih dalam acara jumpa pers hasil investigasi kasus filariasis di gedung Departeman Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (18/11/2009).
Terdapat tiga jenis potensi pembengkakan organ akibat cacing filaria yaitu pada bagian kaki, lengan dan alat kelamin. Penyakit ini berasal dari tiga jenis cacing filaria yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori.
Untuk mencegah meluasnya penyakit kaki gajah Depkes akan tetap meneruskan program pengobatan massal yang telah digelar sejak tahun 2002 hingga tuntas 2020.
"Pengobatan massal ini sudah dijalankan dari tahun 2002 dan akan tetap dilanjutkan hingga 2020, karena sudah masuk target MDGs (Millenium Development Goals)," ujar Menkes.
Menkes mengatakan bahwa kasus meninggalnya 8 warga Bandung serta ratusan lainnya yang harus dilarikan ke rumah sakit tidak ada hubungannya dengan pengobatan massal.
"Kami juga sudah dapat laporan dari BPOM bahwa obat yang diberikan pada warga itu aman, memenuhi syarat dan tidak kadaluarsa. Prosedur yang dijalankan pun sudah benar. Adapun efek samping yang dikeluhkan warga itu adalah efek samping akibat matinya cacing di dalam usus," ujar Menkes.
Sementara ahli onkologi Prof Purwanti Astuti mengatakan penyebab meninggalnya 8 orang warga Bandung dan ratusan warga lainnya yang dilarikan ke rumah sakit karena keluhan efek samping setelah pengobatan kaki gajah adalah sebagai berikut:
- Dari 8 kasus yang meninggal, 3 kasus bukan diakibatkan oleh obat kaki gajah karena ternyata mereka terbukti tidak mengonsumsi obat tersebut. Sedangkan 5 kasus lagi diakibatkan karena kebetulan punya penyakit lain, seperti jantung dan stroke.
- Warga Bandung banyak yang tidak terbiasa makan pagi-pagi sehingga mengonsumsi obat tanpa makan terlebih dahulu
- Banyaknya warga yang pergi ke rumah sakit disebabkan karena ketakutan berlebih terhadap efek samping yang mereka rasakan atau sekedar ikut-ikutan terpengaruh tetangga lainnya.
"Banyak warga yang terlalu takut dengan efek samping seperti mual, muntah, pusing dan sesak di ulu hati. Padahal itu adalah pertanda bahwa obat tersebut berhasil membunuh cacing filaria dalam tubuh. Dan efek itu hanya berlangsung selama 3 hari, setelah itu hilang sendiri," jelas Astuti.
Astuti juga menambahkan bahwa pemberian obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dan Albendazole untuk mencegah penyebaran larva mikrofilaria dari caing filaria sudah dalam dosis yang sangat rendah.
"Kita memberikannya sesuai prosedur WHO, yaitu 6 mg/kg berat badan untuk DEC dan 400 mg untuk Albendazole, dikonsumsi 3 kali sehari. Itu sudah dosis yang menghasilkan efek samping paling rendah. Dulu, obat itu harus diminum 7 hari, sehingga banyak yang malas dan tidak meneruskan minum. Jadi sampai sekarang jumlah penderitanya masih cukup tinggi," tambahnya.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









