

-
Senin 21/05/2012 15:31 WIB
Rawatlah Alat Vital si Buyung dengan Cara Ini -
Senin 21/05/2012 15:14 WIB
Nikah 6 Bulan, Tapi Suami Takut Coitus -
Senin 21/05/2012 15:42 WIB
541 Ribu Orang Indonesia Terancam HIV Positif di 2014 -
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental -
Senin 21/05/2012 16:00 WIB
Cara-cara Tidak Ilmiah yang Dipercaya Bikin Awet Muda - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,776.000
-
Rp 5,978.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Pria Meraup Untung Besar Setelah Menikah
- Warna Kulit Menunjukkan Kadar Kesehatan
- Nonton Acara Olahraga Picu Serangan Jantung
- Beruntungnya si Kidal
- Atrofi Otot
- Bangun Tidur Tidak Teratur
- Alzheimer
Info Penyakit :
- Ciprofloxacin 500 mg
- Cyclopenthiazide
- Amiloride
Info Obat :
Banyak Makan Serat Tidak Selamanya Baik untuk Perut
Irna Gustia - detikHealth
Deirdre Parsonage (Foto: dailymail)
Seperti dialami perempuan Inggris Deirdre Parsonage (52 tahun) yang selama ini sangat mendewakan serat karena yakin serat paling bagus untuk kesehatan.
Selama 10 tahun Deirdre berusaha untuk diet dengan hanya mengonsumi makanan kaya serat seperti sereal bran flakes dari kulit padi untuk sarapan. Roti gandum, pasta dan nasi untuk makan siang dan malam, serta lima porsi buah dan sayuran setiap hari.
Tanpa disadari, diet yang sehat menurut Deirdre itu telah membuat dirinya selalu mengalami kesakitan. Dan setelah diperiksa menurut dokter ususnya teriritasi. Anjuran konsumsi serat yang banyak untuk penderita IBS juga ternyata tidak efektif. Parahnya penderita kurang serat atau IBS oleh dokter selalu disarankan mengonsumsi banyak serat.
Namun dalam studi yang akan segera diterbitkan dalam British Medical Journal menunjukkan bahwa terlalu banyak makan makanan sereal kulit padi dan serat lain kemungkinan lebih banyak keburukan daripada kebaikannya.
Profesor Peter Whorwell dari Wythenshawe Hospital, Manchester menuntut perlunya perubahan dalam terminologi penanganan IBS ini. Serat seharusnya tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya hal penting untuk diet sehat dan terutama untuk pengobatan penderita IBS.
Diperkirakan ada 9 juta warga Inggris yang mengalami kasus IBS. Gejala IBS ditandai dengan adanya gangguan usus yang kronik, rasa sakit atau kram perut, kembung, diare hingga sembelit. Meskipun tidak diketahui apa penyebabnya, perempuan tiga kali lebih banyak mengalaminya ketimbang laki-laki.
Profesor Peter menyarankan pasien IBS untuk menggantikan makanan serat tinggi dengan roti putih, pasta putih, biskuit, kue dan krim biskuit apapun asalkan terbuat dari tepung putih halus .
Serat yang bagus adalah buah dan sayuran mengandung serat larut yang larut dalam air. Berbeda dari serat tidak larut, yang ditemukan dalam makanan seperti kulit gandum dan yang dalam proses pencernaannya tidak berubah sehingga mengganggu usus yang sensitif.
Namun, Profesor Whorwell percaya bahwa puluhan ribu orang dengan IBS juga sensitif terhadap serat larut juga.
Diet makanan yang kaya serat, termasuk buah-buahan dan sayuran, bisa mengiritasi usus menjadi sensitif dan memperparah gejala IBS termasuk distensi perut, kembung, nyeri dan peningkatan diare.
"Aku tidak bisa mengikuti aturan lima hari makan buah dan sayuran karena aku akan merasa terlalu sakit. Kalau aku keluar belanja, pilihan sehat untuk makan siang adalah kentang panggang dan salad," kata Deirdre seperti dilansir dari Dailymail, Kamis (19/11/2009).
Konsumsi serat yang ideal per hari untuk orang dewasa disarankan hanya 30-40 gram per hari sedangkan untuk anak-anak 10-20 gram per hari.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









