

-
Senin 21/05/2012 15:31 WIB
Rawatlah Alat Vital si Buyung dengan Cara Ini -
Senin 21/05/2012 16:00 WIB
Cara-cara Tidak Ilmiah yang Dipercaya Bikin Awet Muda -
Senin 21/05/2012 15:14 WIB
Nikah 6 Bulan, Tapi Suami Takut Coitus -
Senin 21/05/2012 15:42 WIB
541 Ribu Orang Indonesia Terancam HIV Positif di 2014 -
Senin 21/05/2012 13:00 WIB
Kisah Aesha si Hidung Terpotong yang Berjuang Lawan Luka Mental - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,776.000
-
Rp 464.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsuko
Kamis, 19/11/2009 10:40 WIB
(Foto: consumerreports.org)London, Ibu hamil yang punya masalah dengan kelenjar tiroid memiliki kemungkinan terjadinya preeclampsia (tekanan darah tinggi saat hamil). Kondisi ini akibat kelenjar tiroid bekerja di bawah normal sehingga bisa memicu kelelahan dan depresi.
Peneliti dari Amerika Serikat dan Norwegia mengungkapkan perempuan yang menunjukkan tanda-tanda preeclampsia sebaiknya juga melakukan pemeriksaan terhadap tiroidnya serta pemeriksaan hati dan ginjal. Studi ini telah dipublikasikan dalam British Medical Journal.
Kelenjar tiroid mengontrol pembakaran energi dalam tubuh dan menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi mengatur detak jantung, tekanan darah serta suhu tubuh. Jika kelenjar tiroid bekerja di bawah normal (hipotiroid) akan menimbulkan gejala kelelahan, lemah, depresi dan meningkatkan risiko jantung.
Sedangkan preeclampsia itu sendiri adalah kondisi kehamilan yang dihubungkan dengan tekanan darah tinggi yang jika tidak diobati dapat membahayakan ibu dan bayi, karena menyebabkan kejang-kejang dan dapat merusak hati serta ginjal.
Peneliti melakukan tes pada 280 perempuan hamil yang hampir 50 persennya mengalami preeclampsia. Ternyata didapatkan perempuan yang mengalami preeclampsia memiliki masalah dengan kelenjar tiroidnya selama masa kehamilan.
Perempuan yang mengalami preeclampsia pada kehamilan pertama, diduga 6 kali lebih mungkin menunjukkan gejala-gejala pada kehamilan keduanya.
Para peneliti percaya bahwa kunci yang menyebabkan ibu hamil mengalami preeclampsia adalah tingginya kadar suatu protein dalam darah ibu yang menyebabkan terbatasnya suplai darah ke jaringan tiroid.
"Ibu hipotiroid (kekurangan tiroid) kemungkinan memiliki implikasi kesehatan bagi anaknya, jika mengalami hipotiroid selama hamil telah dikaitkan dengan anak yang memiliki IQ rendah," ujar Dr Richard Levine dari US National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (19/11/2009).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita yang telah mengalami preeclampsia harus dipantau mengenai kerja kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon. Karena bisa menyebabkan depresi yang memicu ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi.
Berkurangnya fungsi kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon mudahdidiagnosa dan pengobatan yang harus dilakukan pun tidak mahal.
Jadi, ibu hamil sebaiknya memeriksakan fungsi tiroidnya agar tetap bisa menghasilkan hormon dalam jumlah normal untuk menghindari risiko terjadinya preeclampsia.
Gangguan Tiroid Picu Preeclampsia
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: consumerreports.org)
Peneliti dari Amerika Serikat dan Norwegia mengungkapkan perempuan yang menunjukkan tanda-tanda preeclampsia sebaiknya juga melakukan pemeriksaan terhadap tiroidnya serta pemeriksaan hati dan ginjal. Studi ini telah dipublikasikan dalam British Medical Journal.
Kelenjar tiroid mengontrol pembakaran energi dalam tubuh dan menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi mengatur detak jantung, tekanan darah serta suhu tubuh. Jika kelenjar tiroid bekerja di bawah normal (hipotiroid) akan menimbulkan gejala kelelahan, lemah, depresi dan meningkatkan risiko jantung.
Sedangkan preeclampsia itu sendiri adalah kondisi kehamilan yang dihubungkan dengan tekanan darah tinggi yang jika tidak diobati dapat membahayakan ibu dan bayi, karena menyebabkan kejang-kejang dan dapat merusak hati serta ginjal.
Peneliti melakukan tes pada 280 perempuan hamil yang hampir 50 persennya mengalami preeclampsia. Ternyata didapatkan perempuan yang mengalami preeclampsia memiliki masalah dengan kelenjar tiroidnya selama masa kehamilan.
Perempuan yang mengalami preeclampsia pada kehamilan pertama, diduga 6 kali lebih mungkin menunjukkan gejala-gejala pada kehamilan keduanya.
Para peneliti percaya bahwa kunci yang menyebabkan ibu hamil mengalami preeclampsia adalah tingginya kadar suatu protein dalam darah ibu yang menyebabkan terbatasnya suplai darah ke jaringan tiroid.
"Ibu hipotiroid (kekurangan tiroid) kemungkinan memiliki implikasi kesehatan bagi anaknya, jika mengalami hipotiroid selama hamil telah dikaitkan dengan anak yang memiliki IQ rendah," ujar Dr Richard Levine dari US National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (19/11/2009).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita yang telah mengalami preeclampsia harus dipantau mengenai kerja kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon. Karena bisa menyebabkan depresi yang memicu ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi.
Berkurangnya fungsi kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon mudahdidiagnosa dan pengobatan yang harus dilakukan pun tidak mahal.
Jadi, ibu hamil sebaiknya memeriksakan fungsi tiroidnya agar tetap bisa menghasilkan hormon dalam jumlah normal untuk menghindari risiko terjadinya preeclampsia.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









