

-
Senin 21/05/2012 16:30 WIB
Ini Alasannya Kenapa Banyak Pria Enggan Ikut KB -
Senin 21/05/2012 15:31 WIB
Rawatlah Alat Vital si Buyung dengan Cara Ini -
Senin 21/05/2012 16:00 WIB
Cara-cara Tidak Ilmiah yang Dipercaya Bikin Awet Muda -
Senin 21/05/2012 15:14 WIB
Nikah 6 Bulan, Tapi Suami Takut Coitus -
Senin 21/05/2012 15:42 WIB
541 Ribu Orang Indonesia Terancam HIV Positif di 2014 - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,776.000
-
Rp 5,978.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Diet Untuk Ibu hamil
Diet pada kehamilan adalah aman bagi wanita dan tidak membawa risiko bagi bayi, tinjauan penelitian telah disarankan.
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Senin, 21/05/2012 11:51 WIB
Penelitian: Terlalu Disiplin dalam Bercinta Bisa Bikin Impoten
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Klaim Sembuhkan AIDS, Pengobatan Ceragem Diinvestigasi
- Batuk Tak Kunjung Sembuh Curigai PPOK
- Diabetes Ekstrem Membelenggu si Gadis Lincah
- Bunyi-bunyian Saat Tidur Bisa Kuatkan Ingatan
- Epilepsi
Info Penyakit :
- Beraprost
- Acipimox
- Colestipol
Info Obat :
Epilepsi Terkait Dengan Fase Bulan
Irna Gustia - detikHealth
(Foto: dailymail)
Mitos seperti itu telah menjadi kepercayaan manusia bahwa perubahan atau fase yang terjadi di bulan mempengaruhi kekambuhan penderita epilepsi. Benarkah takhayul itu?
Bisa jadi mitos itu tak sekedar khayalan. Karena ilmuwan menemukan sejumlah serangan kejang epilepsi,-- terutama yang berhubungan dengan aktivitas elektrik/listrik di dalam otak,-- menurun ketika sedang terang bulan.
Peneliti memeriksa catatan kejang di unit penanganan epilepsi, yang memeriksa setiap serangan kejang selama periode 24 jam terhadap semua pasien epilepsi.
Peneliti kemudian membandingkan waktu serangan kejang dengan fase bulan terutama saat terang bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa selama siklus terang bulan ditemukan lebih sedikit kasus serangan epilepsi.
"Penemuan ini menunjukkan bahwa serangan kejang epilepsi lebih sedikit terjadi ketika malam terang," kata Dr Sallie Baxendale dari Institute of Neurology at University College London, yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari dailymail, Minggu (22/11/2009).
Para ahli percaya efek hormon melatonin yang dikeluarkan kelenjar pineal telah memicu terjadinya serangan kejang. Hormon melatonin membuat ngantuk karena keluar saat cuaca gelap atau tidur malam hari.
Epilepsi adalah penyakit akibat gangguan mendadak pada sistem saraf di otak. Namun penderitanya dapat bekerja normal asalkan serangan bisa terkendali.
Rekomendasi Obat
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer









