detikhealth

Risiko Terkena Kanker dari CT-Scan

Vera Farah Bararah - detikHealth
Selasa, 15/12/2009 10:43 WIB
(Foto: stabroeknews)
San Francisco, Pemeriksaan dengan CT-Scan banyak digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit yang tersembunyi dalam tubuh. Tapi penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa radiasi sinar X yang berlebihan dari alat ini bisa memicu timbulnya kanker.

Hal ini berdasarkan temuan dalam laporan Archives of Internal Medicine yang dilakukan oleh Dr Rita F. Redberg. Peneliti menghimbau para dokter untuk membatasi paparan sinar radiasi pada pasien yang melakukan CT-Scan.

"CT-Scan telah menjadi alat canggih yang umum digunakan. Saat ini kami telah menurunkan nilai ambang batas yang berarti alat ini harus benar-benar digunakan pada pasien yang membutuhkannya," ujar Dr Rebecca Smith-Bindman, seorang profesor di Departemen Radiologi University of California, San Francisco, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (15/12/2009).

Sebaiknya dokter berhati-hati dalam menilai manfaat dari setiap CT-Scan yang dilakukan dan menginformasikan pada pasien mengenai risiko dari radiasi tersebut. CT-Scan (computed tomography scan) merupakan gabungan antara komputer dan teknologi sinar X untuk menghasilkan gambar penampang tubuh secara detail sehingga bisa membantu dokter mendiagnosa dan mengobati penyakit.

Namun data baru menunjukkan penggunan alat ini secara berlebihan memungkinkan timbulnya lebih banyak kerugian daripada manfaatnya. Jenis dari CT-Scan ini sendiri bermacam-macam tergantung dari bagian tubuh mana yang akan diperiksa dan dosis sinar X nya pun berbeda-beda. Misalnya dosis radiasi sinar X untuk bagian perut-panggul berkisar antara 6-90 millisieverts dan rata-rata penggunaannya sebesar 31 millisieverts.

Jumlah CT-Scan yang mengarah pada kasus kanker tergantung dari jenis scan, usia pasien dan jenis kelaminnya. Sebagai contoh 1 dari 270 perempuan dan 1 dari 600 laki-laki yang menjalani coronary angiography (untuk melihat penyumbatan jantung) pada usia 40 tahun bisa berisiko terkena kanker.

Risiko ini akan dua kali lebih besar jika dilakukan pada usia 20 tahun dan risikonya 50 persen lebih rendah jika pada usia 60 tahun. Diperkirakan sekitar dua per tiga dari kasus kanker yang ada terjadi pada perempuan, karena kecenderungan penggunaan alat ini lebih besar pada perempuan yaitu sekitar 60 persen.

Untuk memastikan penggunaan yang aman, peneliti merekomendasikan sebaiknya fokus pelaksanaannya pada dosis radiasi yang dikurangi, menghilangkan hal yang tak perlu dilakukan serta membuat catatan medis agar diketahui sudah berapa banyak pasien tersebut terpapar radiasi sinar X.

(ver/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit