
-
Selasa 22/05/2012 19:07 WIB
Serangan Stroke Tak Bisa Ditangani Sendiri, Segera ke Rumah Sakit -
Selasa 22/05/2012 18:32 WIB
Aksi CSR Rokok Hanya untuk Cari Muka -
Selasa 22/05/2012 17:04 WIB
Lakukan Cara Ini Jika Ingin Diet Sukses -
Selasa 22/05/2012 15:59 WIB
Seperti Ini Cara Merawat Kelamin Wanita -
Selasa 22/05/2012 18:07 WIB
91 Persen Remaja Mulai Merokok Karena Terpengaruh Iklan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,087.000
-
Rp 2,790.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Bengkak
- Astigmatisma
- Bisul Perut
Info Penyakit :
- Alteplase (rt-PA)
- Cefazolin
- Aloclair Gel
Info Obat :
Bahan Kimia BPA Pada Kemasan Perburuk Pencernaan
Nurul Ulfah - detikHealth
Ilustrasi (Foto: theepochtimes)
Peneliti dari National Institute of Agronomic Research, Tolous awalnya membuktikan dampak negatif bahan plastik tersebut pada usus tikus. Namun setelah dicobakan pada manusia, hasilnya ternyata sama. BPA merusak pencernaan dengan cara menurunkan kemampuan permeabilitas usus dan sistem imun usus terhadap peradangan dan infeksi.
Lebih dari 130 studi sebelumnya menunjukkan bahwa BPA membawa efek buruk bagi kesehatan seperti kanker payudara, jantung, obesitas, pubertas dini, gangguan impotensi dan lainnya. Gangguan kesehatan itu bisa terjadi bahkan pada dosis BPA yang rendah sekalipun.
Kali ini, peneliti dari Perancis ingin membuktikan langsung dampak paparan BPA yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi (hirupan) atau kontak dengan makanan dan minuman terhadap organ yang pertama kali terkena bahan plastik tersebut yaitu usus.
Peneliti dari Toulous memberi BPA pada tikus secara oral dengan dosis sepuluh kali lebih rendah dari dosis aman untuk manusia dan hasilnya ternyata memang berbahaya. Bayi tikus yang ada di rahim, yang baru lahir dan yang diberi makanan pun dilaporkan banyak yang mengalami radang usus.
"Permeabilitas usus yang turun akibat bahan plastik menyebabkan air dan zat-zat mineral yang penting untuk tubuh tidak bisa diserap usus dan akhirnya menyebabkan peradangan," ujar penelitinya seperti dilansir Health24, Kamis (17/12/2009).
Studi ini menunjukkan bahwa usus sangat sensitif terhadap bahan plastik yang biasa ditandai dengan lingkaran segitiga bernomor 2 atau 7 di bawah botol ini.
Untuk itu kalangan industri yang menggunakan BPA sebagai bahan bakunya diharapkan bisa mengganti dengan bahan kimia yang lebih aman. Di Amerika penggunaan bahan ini untuk produksi botol susu sudah dihentikan sejak bulan Mei 2009 oleh beb
(fah/ir)
BACA JUGA :









