
-
Selasa 22/05/2012 19:07 WIB
Serangan Stroke Tak Bisa Ditangani Sendiri, Segera ke Rumah Sakit -
Selasa 22/05/2012 18:32 WIB
Aksi CSR Rokok Hanya untuk Cari Muka -
Selasa 22/05/2012 17:04 WIB
Lakukan Cara Ini Jika Ingin Diet Sukses -
Selasa 22/05/2012 15:59 WIB
Seperti Ini Cara Merawat Kelamin Wanita -
Selasa 22/05/2012 18:07 WIB
91 Persen Remaja Mulai Merokok Karena Terpengaruh Iklan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 2,790.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Rasa Sakit Bertambah Parah Karena Pikiran Negatif
- Penyakit Kusta Disebabkan Faktor Genetik
- Karangan Bunga Tidak Menyebarkan Infeksi di Rumah Sakit
- Pria yang Divonis Kanker Prostat Banyak Kena Serangan Jantung
- Hidrosefalus Tekanan Normal (Nph)
Info Penyakit :
- Amiodarone
- Clofibrate
- Captopril
Info Obat :
Peneliti UGM Temukan Alat Terapi Hidrosefalus Berbiaya Murah
Bagus Kurniawan - detikHealth
Penyakit hydrocephalus/hidrosefalus (kepala yang membesar) terjadi karena penumpukan cairan di dalam otak anak. Kelebihan cairan dalam otak ini memampatkan daerah di sekitarnya sehingga terjadi kerusakan otak dan jika tidak segera diatasi bisa berakibat fatal.
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr.dr. P. Sudiharto, Sp.BS menemukan alat terapi untuk penderita hidrosefalus yang dikenal dengan nama sistem pirau katup semilunar. Dia juga salah satu dari orang orang peraih Anugerah Hamengku Buwono IX 2009 yang diberikan saat Dies Natalis UGM ke 60.
Alat yang baru dipatenkan September 2009 ini telah dikembangkan Sudiharto sejak 1978. Sampai saat ini alat itu telah dipasang kurang lebih pada 7.000 pasien hidrosefalus. Pasien tersebut mempunyai berbagai macam penyebab, mulai dari bayi berumur 11 hari sampai dengan orang tua berusia 65 tahun.
"Salah satu pasien yang saya pasang dari umur 3 bulan, kini sudah umur 15 tahun. Dia sudah duduk kelas 3 SMP di Yogyakarta. Dia juga cukup berprestasi, masuk rangking 10 di kelasnya," kata Sudiharto kepada wartawan, di Kantor KPTU FK UGM di Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (21/12/2009).
Menurut dia, penggunaan sistem katup semilunar buatannya bermanfaat bagi masyarakat dari menengah ke bawah. Harganya jauh lebih murah dibanding alat buatan luar atau impor.
"Harganya berkisar Rp 1,5-1,7 juta jauh lebih terjangkau daripada alat buatan impor bisa mencapai Rp 40 juta," kata Sudiharto didampingi Dekan FK UGM Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D.
Menurut dia, disain buatannya juga dapat disesuaikan dengan umur dan jenis penyakit pasien. Sedang dari segi ketahanan sistem pirau dapat mencapai lebih dari 25 tahun. Kebanyakan pasien yang telah memanfaatkan alat terapi ini berasal dari Yogyakarta, Purwokerto, Tanggerang, Semarang, Bogor, dan Medan.
Selain penderita hidrosefalus kata dia, pompa yang dipasang di dalam otak melalaui bedah saraf ini mampu mengurangi cairan otak hingga setengah volume awal. Alat ini juga bisa dimanfaatkan dan dibutuhkan oleh pasien penyakit stroke, trauma kepala akibat kecelakaan, tumor otak, radang otak yang memiliki gejala sama.
"Katup semilunar ini juga pernah dipasang kepada orang dewasa. Seorang professor sudah saya pasang alat ini. Sebab hidrosefalus juga bisa menyerang orang dewasa," katanya.
Sementara itu Dekan FK UGM Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc Ph.D menambahkan hasil karya staf pengajar FK UGM ini sangat membantu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hasil temuan Sudiharto merupakan teknologi kesehatan modern yang bersifat humanistik.
"Teknologi ini sangat membantu sekali terutama untuk masyarakat yang kurang mampu. Sebab sampai saat ini Indonesia masih tergantung pada teknologi luar,
(bgs/ir)
BACA JUGA :









