
-
Selasa 22/05/2012 15:59 WIB
Seperti Ini Cara Merawat Kelamin Wanita -
Selasa 22/05/2012 19:33 WIB
Latihan untuk Pria Agar Bisa Orgasme Berkali-kali -
Selasa 22/05/2012 20:10 WIB
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan -
Selasa 22/05/2012 15:02 WIB
10 Hal yang Mempengaruhi Kualitas Sperma -
Selasa 22/05/2012 13:56 WIB
Hati-hati, 'Mati di Atas Pusar' Karena Beli Viagra Sembarangan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 6,087.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Kebiasaan Membuka Jendela yang Mulai Dilupakan
- Penderita LIS, Hidup di Dalam Tubuh yang Terkunci
- Memori Otak Rusak Tanpa Disadari
- Kurang Minum Air 1 Persen Saja Bikin Otak Lemot dan Menciut
- Kanker Otak
- Metastatis tumor otak
- Aneurisma Otak
Info Penyakit :
Kelamaan Liburan Bikin Kemampuan Otak Menurun
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : ivebeenthere)
Sejak tahun 2004 hingga 2008, The Hartford, sebuah perusahaan asuransi di Connecticut melakukan survei dan menganalisis lebih dari 1 juta kasus kemunduran otak atau 'short-term disability' akibat liburan panjang. Para pakar menduga hal itu disebabkan karena jarangnya otak diasah selama masa liburan.
Di Amerika, short-term disability diketahui banyak terjadi pada bulan November dan Desember. Namun pada bulan Januari dan Februari, penyakit kemunduran otak sesaat itu justru diikuti dengan berbagai penyakit seperti depresi, sakit pernapasan dan luka-luka. Sebanyak dua pertiga partisipan diketahui mengalami gejala tersebut.
Gejala seperti itu bukan sesuatu yang aneh lagi di sana karena pada masa itu adalah musim dingin dimana suhu udara bisa sangat rendah sehingga bisa meningkatkan risiko flu, batuk, gangguan pernapasan, kecelakaan dan depresi.
"Orang-orang sangat senang ketika libur panjang tiba karena mereka bisa berkumpul dengan keluarga dan teman-teman. Tapi ketika bulan Januari datang dan mereka harus kembali menjalani rutinitas kerja dengan cuaca yang dingin dan sinar matahari yang kurang maka risiko stres dan depresi akan meningkat. Hal ini memungkinkan terjadinya kemunduran aktivitas otak dan produktivitas kerja," kata Glenn Shapiro, wakil direktur dari The Hartford, seperti dilansir New York Times, Rabu (23/12/2009).
Ketimbang musim panas, masalah pernafasan terjadi dua kali lebih banyak pada musim dingin. Mereka yang punya masalah pernapasan inilah yang lebih banyak mengalami short-term disability, terutama mereka yang menderita pneumonia (radang paru-paru).
"Ketika udara dingin, tubuh tidak sehat dan ditambah dengan liburan panjang, seseorang akan lebih mudah mengalami sindrom 'malas' yang membuat tubuh dan otaknya kurang produktif ketika masa liburan itu usai," ujar Shapiro yang juga seorang konsultan kesehatan.
Sementara itu tingkat kecelakaan yang tinggi disebabkan karena kondisi cuaca yang dingin dan jalanan yang licin. Namun menurut Shapiro, faktor konsentrasi dalam menyetir kendaraan juga berpengaruh. Mereka yang mengalami short-term disability akan lebih sulit berkonsentrasi dan akhirnya menimbulkan risiko kecelakaan.
"Orang-orang biasanya malas untuk kembali bekerja setelah liburan, apalagi jika kondisinya sedang sakit. Untuk itu, selama liburan sebaiknya tetap lakukan aktivitas yang bisa mengasah otak dan usahakan menjaga kondisi tubuh tetap sehat agar gejala short-term disability tidak terjadi,"
(fah/ir)
BACA JUGA :









