detikhealth

Suara Denging Penderita Tinnitus Berkurang Dengan Terapi Musik

Irna Gustia - detikHealth
Selasa, 29/12/2009 11:47 WIB
Suara Denging Penderita Tinnitus Berkurang Dengan Terapi Musik Ilustrasi (Foto: topnews)
Munster, Penderita Tinnitus mengalami gangguan pada telinga yang selalu berdenging, berdengung atau berisik yang lama kelamaan bisa membuat pendengaran berkurang atau hilang. Para ahli sudah banyak mencari cara untuk melakukan pengobatan suara berisik di telinga ini.

Yang terbaru adalah penemuan dari peneliti Jerman yang menggunakan terapi musik yang didesain secara khusus. Cara murah dan mudah dengan terapi musik ini mampu mengurangi tingkat kebisingan suara di telinga para penderita Tinnitus.

Peneliti melakukan kajian terhadap partisipan dengan menggunakan musik favorit peserta yang dicocokkan dan dimodifikasi dengan frekuensi suara di telinga.

Setelah satu tahun mendengarkan musik yang telah dimodifikasi itu, hasilnya partisipan mengalami penurunan suara bising pada telinga penderita Tinnitus. Perawatan murah ini dapat digunakan dengan teknik lain dalam pengobatan Tinnitus.

Sebanyak 39 pasien mengikuti penelitian ini. Mereka semua adalah penderita Tinnitus selama 5 tahun dan tidak punya masalah pendengaran lain.

Peserta dibagi dalam tiga kelompok masing-masing adalah kelompok terapi musik yang sudah dimodifikasi, terapi musik dengan versi tiruan serta kelompok dengan perawatan biasa.

Peserta mendengarkan musik rata-rata 12 jam per minggu hingga akhir penelitian. Hasilnya, mereka yang mendengarkan musik yang telah dimodifikasi mengalami penurunan kebisingan suara yang signifikan dibanding mereka yang mendengarkan musik dummy (tiruannya).

Kepala penelitian Dr Christo Pantev dari Westphalian Wilhelms University di Munster mengatakan pendekatan yang ditargetkan khusus pada bagian otak memberikan respons terhadap Tinnitus.

"Pendekatan musik seperti ini sangat menyenangkan, berbiaya rendah yang mampu mengurangi gejala Tinnitus," katanya seperti dilansir dari BBC, Selasa (29/12/2009).

Dalam tulisan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti mengakui penyebab Tinnitus masih belum diketahui pasti, tetapi diduga karena bagian otak yang memproses suara terganggu.

Diperkirakan 1-3 persen populasi di dunia mengalami gejala telinga berisik yang berimbas pada penurunan kualitas hidup bagi penderitanya. Terkadang penderita mengira suara bising dan berdengung berasal dari luar padahal suara tersebut dari dalam telinganya.

Penyakit Tinnitus terjadi karena adanya kerusakan rambut mikroskopik di telinga yang membuat sel-sel pendengaran menjadi bocor karena tidak mampu menahan sinyal listrik ke otak sehingga terdengar suara berdenging yang amat berisik.

Penyebab pasti Tinnitus ini masih diteliti tapi diduga antara lain pertambahan usia yang mengurangi kemampuan pendengaran, trauma di telinga akibat terlalu sering mendengar suara yang keras, efek samping penggunaan obat hingga gangguan rahang.

(ir/ir)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit