
-
Selasa 22/05/2012 19:07 WIB
Serangan Stroke Tak Bisa Ditangani Sendiri, Segera ke Rumah Sakit -
Selasa 22/05/2012 18:32 WIB
Aksi CSR Rokok Hanya untuk Cari Muka -
Selasa 22/05/2012 17:04 WIB
Lakukan Cara Ini Jika Ingin Diet Sukses -
Selasa 22/05/2012 18:27 WIB
Istri Keluarkan Banyak Cairan Saat Bercinta, Wajarkah? -
Selasa 22/05/2012 15:59 WIB
Seperti Ini Cara Merawat Kelamin Wanita - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 6,087.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Duh, Nyerinya Kram Perut
- Telinga Bagian Dalam Pengaruhi Keseimbangan
- 6 Penyebab Nyeri Punggung
- Batuk 100 Hari yang Susah Sembuh
- Tinnitus
Info Penyakit :
- Ceftazidime
- Abciximab
- Aliskiren
Info Obat :
Suara Denging Penderita Tinnitus Berkurang Dengan Terapi Musik
Irna Gustia - detikHealth
Ilustrasi (Foto: topnews)
Yang terbaru adalah penemuan dari peneliti Jerman yang menggunakan terapi musik yang didesain secara khusus. Cara murah dan mudah dengan terapi musik ini mampu mengurangi tingkat kebisingan suara di telinga para penderita Tinnitus.
Peneliti melakukan kajian terhadap partisipan dengan menggunakan musik favorit peserta yang dicocokkan dan dimodifikasi dengan frekuensi suara di telinga.
Setelah satu tahun mendengarkan musik yang telah dimodifikasi itu, hasilnya partisipan mengalami penurunan suara bising pada telinga penderita Tinnitus. Perawatan murah ini dapat digunakan dengan teknik lain dalam pengobatan Tinnitus.
Sebanyak 39 pasien mengikuti penelitian ini. Mereka semua adalah penderita Tinnitus selama 5 tahun dan tidak punya masalah pendengaran lain.
Peserta dibagi dalam tiga kelompok masing-masing adalah kelompok terapi musik yang sudah dimodifikasi, terapi musik dengan versi tiruan serta kelompok dengan perawatan biasa.
Peserta mendengarkan musik rata-rata 12 jam per minggu hingga akhir penelitian. Hasilnya, mereka yang mendengarkan musik yang telah dimodifikasi mengalami penurunan kebisingan suara yang signifikan dibanding mereka yang mendengarkan musik dummy (tiruannya).
Kepala penelitian Dr Christo Pantev dari Westphalian Wilhelms University di Munster mengatakan pendekatan yang ditargetkan khusus pada bagian otak memberikan respons terhadap Tinnitus.
"Pendekatan musik seperti ini sangat menyenangkan, berbiaya rendah yang mampu mengurangi gejala Tinnitus," katanya seperti dilansir dari BBC, Selasa (29/12/2009).
Dalam tulisan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti mengakui penyebab Tinnitus masih belum diketahui pasti, tetapi diduga karena bagian otak yang memproses suara terganggu.
Diperkirakan 1-3 persen populasi di dunia mengalami gejala telinga berisik yang berimbas pada penurunan kualitas hidup bagi penderitanya. Terkadang penderita mengira suara bising dan berdengung berasal dari luar padahal suara tersebut dari dalam telinganya.
Penyakit Tinnitus terjadi karena adanya kerusakan rambut mikroskopik di telinga yang membuat sel-sel pendengaran menjadi bocor karena tidak mampu menahan sinyal listrik ke otak sehingga terdengar suara berdenging yang amat berisik.
Penyebab pasti Tinnitus ini masih diteliti tapi diduga antara lain pertambahan usia yang mengurangi kemampuan pendengaran, trauma di telinga akibat terlalu sering mendengar suara yang keras, efek samping penggunaan obat hingga gangguan raha
(ir/ir)
BACA JUGA :









