detikhealth

Atrofi Vagina

Teguh Budi Santoso - detikHealth
Selasa, 05/01/2010 14:37 WIB
Ilustrasi: repro
Jakarta, Deskripsi
Atrofi vagina (atrofik vaginitis) adalah penipisan dan peradangan pada dinding vagina akibat penurunan estrogen. Atrofi vagina paling sering terjadi setelah menopause, tetapi bisa juga berkembang selama menyusui atau pada saat produksi estrogen menurun.

Bagi banyak wanita, atrofi vagina membuat hubungan seks menyakitkan - dan jika persetubuhan menyakitkan, minat seks secara alami akan menurun. Terlebih lagi, fungsi alat kelamin sehat terkait sangat erat dengan fungsi sistem urin yang sehat.

Gejala
Berikut ini gejala atrofi vagina:
* Vagina kering
* Vagina terasa terbakar
* Vagina berair
* Sensasi panas saat buang air kecil
* Pendarahan setelah hubungan seksual
* Tidak nyaman saat berhubungan seksual
   
Perawatan
Jika gejala yang muncul relatif ringan, atrofi vagina tidak perlu pengobatan. Gejala-gejala ringan dapat dihilangkan dengan menggunakan sebuah pelumas atau pelembab. Namun, jika gejala mengganggu mengganggu maka diperlukan perawatan. Secara umum, mengobati kekeringan vagina lebih efektif dengan topical vagina.

Sumber: mayoclinic.

(tbs/tbs)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit