detikhealth

4 Tipe yang Tak Boleh Sembarangan Cabut Gigi

Vera Farah Bararah - detikHealth
Selasa, 05/01/2010 14:55 WIB
Halaman 1 dari 2
Ilustrasi (Foto: medicmedia)
Jakarta, Saat sakit gigi terkadang orang baru ingin mencabut giginya agar terbebas dari rasa cenut-cenut. Tapi sebaiknya tidak sembarangan mencabut gigi, karena bisa jadi setelah cabut gigi timbul masalah baru terutama untuk 4 kelompok ini.

Gigi merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh seseorang hingga akhir hayatnya. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin mencabut gigi.

"Jika giginya masih infeksi, maka gigi tidak boleh dicabut. Karenanya dokter akan memberikan perawatan terlebih dahulu untuk mengobati infeksinya, setelah infeksi hilang baru gigi bisa dicabut," ujar drg Arma Sastra Bahar PhD saat dihubungi detikHealth, Selasa (5/1/2010).

Mengapa harus menunggu infeksi sembuh baru gigi boleh dicabut?

Karena jika masih infeksi, gigi sudah dicabut akan merusak pembuluh darahnya yang berakibat kuman di gigi tersebut bisa menyebar ke organ-organ lain di tubuh seperti paru-paru, mata, hati atau organ lain yang justru dapat menimbulkan masalah baru. Inilah sebabnya kenapa kuman yang ada di gigi dan mulut bisa merusak organ lain.

drg Arma menuturkan selain kondisi gigi yang masih infeksi, beberapa orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga membutuhkan perhatian khusus sebelum dicabut, yaitu:

1. Penderita diabetes.
Umumnya orang yang memiliki diabetes akan sulit sembuh jika terjadi luka, sementara semua orang tahu bahwa mencabut gigi akan menimbulkan luka bolong yang besar. Karena itu sebaiknya mengontrol gula darah terlebih dahulu, jika kadarnya sudah normal maka gigi boleh dicabut.Next

Halaman 1 2
(ver/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit