
-
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 11:47 WIB
On Clinic Berusaha Mengajak Pria ke 'Jalan yang Benar' -
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 12:00 WIB
Berapa Lama Anak Boleh Menonton Televisi? -
Rabu 23/05/2012 11:06 WIB
Ingin Meratakan Gigi yang Maju - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Obat Jantung Bisa Melawan Kanker Usus Besar
- Memprediksi Sakit Jantung dari Ukuran Pinggang
- Pengobatan Baru untuk Jantung Koroner
- Waktu Kritis Serangan Jantung
- Gagal Jantung
- Jantung Koroner
Info Penyakit :
- Herbal: Apricot
- Cilostazol
- Cefepime
Info Obat :
Nonton TV Lebih dari 4 Jam Berisiko Kena Penyakit Jantung
Vera Farah Bararah - detikHealth
Ilustrasi (Foto: momlogic)
David Dunstan, PhD, kepala laboratorium aktivitas fisik dari Baker IDI Heart and Diabetes Institute di Victoria, Australia mengatakan jika otot tidak aktif untuk waktu yang lama, maka hal ini dapat mengganggu metabolisme dari orang tersebut.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik akibat terlalu lama menonton televisi bisa berakibat penimbunan lemak dan kolesterol yang bisa memicu terjadinya serangan jantung di usia muda.
David melakukan studi yang melibatkan 8.800 orang dewasa yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung selama lebih dari 6 tahun. Kelompok ini dibandingkan dengan orang yang menonton televisi kurang dari 2 jam per harinya.
Didapatkan orang yang menonton televisi 4 jam atau lebih kemungkinan meninggal akibat penyakit jantung sebesar 80 persen.
Peneliti mengungkapkan setiap tambahan satu jam untuk menonton televisi dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 18 persen.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal American Heart Association. Dalam hal ini peneliti tetap memperhatikan faktor-faktor lain seperti apakah partisipan merokok, kadar kolesterol dan tekanan darahnya.
"Masalah sesungguhnya dari menonton televisi ini tampaknya akibat posisi duduk. Menonton televisi yang lama sama dengan banyak duduk, yang berarti tidak ada gerakan otot," ujar David seperti dikutip dari Health, Selasa (12/1/2010).
Untuk menghindarinya seseorang tetap bisa aktif selama menonton televisi. Lakukan gerakan-gerakan dasar seperti berdiri atau berjalan di sekitar ruangan televisi. "Kegiatan ini bisa memberikan efek kesehatan, meskipun sering diabaikan oleh masyarakat," ungkap David.
Penelitian sebelumnya pernah melaporkan hubungan antara duduk terlalu lama dengan risiko penyakit jantung, tapi penelitian ini lebih terfokus pada kegiatan menonton televisi.
Tidak ada salahnya untuk melakukan aktivitsa fisik saat sedang menonton televisi untuk mengurangi risiko terkena penyakit
(ver/ir)
BACA JUGA :









