
-
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 11:47 WIB
On Clinic Berusaha Mengajak Pria ke 'Jalan yang Benar' -
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 12:00 WIB
Berapa Lama Anak Boleh Menonton Televisi? -
Rabu 23/05/2012 11:06 WIB
Ingin Meratakan Gigi yang Maju - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 2,796.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Terlalu Sering Pakai Inhaler Bikin Parah Asma
- Cegukan 3 Tahun Ternyata Ada Tumor di Otak
- Tampon Timbulkan Sindrom Toxic Shock
- Wajah Sembuh Setelah Rusak Total Kena Alergi Parasetamol
- Anemia
- Amandel (Tonsilitis)
- Anal Gatal
Info Penyakit :
Pemberian Vaksin Lewat Kulit Lebih Efektif
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: msn)
Pemberian vaksinasi melalui kulit luar digunakan hampir pada dua abad yang lalu untuk vaksin cacar pertama. Tapi kini hampir semua vaksin moderen diberikan melalui suntian, meskipun ada beberapa vaksin melalui oral.
Dalam serangkaian tes yang dilakukan oleh peneliti dari Brigham and Women's Hospital didapatkan bahwa memori dari T-sel (sel yang dapat memberikan respons kekebalan tubuh saat diserang oleh virus) kemungkinan lebih penting daripada antibodi yang dihasilkan oleh vaksin suntik. T-sel ini terletak di kelenjar getah bening, darah serta jaringan perifer seperti kulit dan paru-paru.
"Penelitian ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari lapisan kulit bagian luar yang dapat memberikan perlindungan kuat dalam menghasilkan respons kekebalan tubuh setelah vaksinasi," ujar peneliti senior Dr Thomas Kupper, ketua departemen dermatologi di Brigham and Women's Hospital, seperti dikutip dari HealthDay, Senin (18/1/2010).
Dr Kupper menuturkan kemampuan vaksinasi bekerja di lapisan epidermis kulit dalam menghasilkan sistem imun yang kuat adalah sesuatu yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam pemberian vaksin. Bagaimanapun sistem kekebalan tubuh manusia berevolusi selama jutaan tahun dalam merespons infeksi kulit yang terluka, bukan dari vaksin yang diberikan melalui jarum suntik ke dalam otot.
Dalam eksperimen yang dilakukan oleh Kupper dan tim, didapatkan vaksin untuk virus vaccinia (menyebabkan cacar) yang diberikan melalui goresan di kulit bisa memberikan perlindungan lebih besar daripada yang disuntik.
Selain itu, pada percobaan terhadap hewan uji ditemukan vaksin melanoma (kanker kulit) yang diberikan melalui kulit dapat menghambat pertumbuhan tumor melanoma jauh lebih efektif dibandingkan dengan vaksin yang disuntik.
"Hasil penelitian dapat membantu kita untuk membuat konsep baru dalam pemberian vaksin untuk influenza, HIV, malaria atau penyakit menular lainnya. Juga bisa dikembangkan penerapannya dalam pemberian vaksin kanker agar lebih efektif seperti vaksin melanoma yang ditunjukkan dalam penelitian ini," ujar D
(ver/ir)
BACA JUGA :









