
-
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 11:47 WIB
On Clinic Berusaha Mengajak Pria ke 'Jalan yang Benar' -
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 12:00 WIB
Berapa Lama Anak Boleh Menonton Televisi? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Cangkok Paru-paru Babi ke Manusia Bisa Dilakukan 2015
- Gadis Cilik Berwajah Nenek-nenek Akibat Kelainan Genetik
- Bunuh Diri Bisa Diturunkan Lewat Genetik
- JK Ingin Donor Darah Jadi Gaya Hidup
- Ginekomastia
- Glaukoma
Info Penyakit :
- Acipimox
- Cimetidine 200 mg
- Cathine
Info Obat :
Pasien Koma Bisa Berkomunikasi
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: telegraph)
Peneliti dari Inggris dan Belgia menggunakan pemindai otak (brain scanner) fMRI (functional magnetic resonance imaging) untuk menunjukkan bahwa otak pria yang mengalami cedera trumatis parah akibat kecelakaan di jalan tahun 2003 ini masih bisa berfungsi dengan baik.
Untuk membantu pasien berpikir dan menjawab beberapa pertanyaan, peneliti sengaja mengubah aktivitas dari otaknya. Sehingga pria ini bisa berpikir 'ya' atau 'tidak' dalam menjawab pertanyaan.
Para ahli mengungkapkan hasil ini dapat membantu serta mengubah cara perawatan untuk orang yang mengalami koma. Setelah mendeteksi adanya tanda-tanda kesadaran, maka dokter akan memeriksa bagian otak dan mengubah aktivitas otaknya sehingga orang tersebut dapat berkomunikasi.
"Kami terkejut ketika melihat hasil scan dari pasien dan ia mampu menjawab pertanyaan yang diajukan dengan benar hanya dengan mengubah pikirannya," ujar Dr Adrian Owen, rekan peneliti dari Medical Research Council, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/2/2010).
Owen menuturkan hasil yang penting dari penelitian ini adalah untuk pertama kalinya sejak 5 tahun yang lalu para ahli berhasil memberikan pasien kesempatan untuk berkomunikasi dengan dunia luar.
Pria yang kini berusia 29 tahun adalah salah satu dari 23 pasien yang didiagnosis mengalami koma. Tapi sebenarnya alat scan mampu mendeteksi tanda-tanda kesadaran dari empat orang pasien. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.
"Penemuan ini adalah salah satu hal yang bisa memiliki dampak besar untuk kemjuan dunia kedokteran," ujar Nicholas Schiff, seorang ahli saraf dari Weill Cornell Medical College di New York.
Namun aktivasi dari otak ini hanya dapat terdeteksi pada orang yang mengalami luka trauma atau benturan dan bukan pada kasus kerusakan otak akibat kekurangan oksigen.
Para ahli mengungkapkan cedera otak trumatis dapat disembuhkan dengan lebih baik dibandingkan kerusakan otak akibat stroke atau serangan jantu
(ver/ir)
BACA JUGA :









