
-
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 11:47 WIB
On Clinic Berusaha Mengajak Pria ke 'Jalan yang Benar' -
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 12:00 WIB
Berapa Lama Anak Boleh Menonton Televisi? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 469.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Pangkas Kalori dengan Kurangi Nonton TV
- 5 Kesalahan Perempuan Saat Berolahraga
- Olahraga atau Makan Dulu?
- Pagi Hari Paling Bagus untuk Olahraga
- Buta Warna
- Alzheimer
- Apoplexy
Info Penyakit :
- Antalgin 500 mg Btl
- Cefradine
- Cravox
Info Obat :
Jika Punya Waktu Lebih, Maukah Anda Berolahraga?
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: factor4health)
Survei yang dilakukan oleh the British Heart Foundation mencatat dua dari tiga orang Inggris mengaku tidak punya waktu untuk melakukan olahraga, bahkan untuk 30 menit dari 24 jam waktu yang tersedia setiap harinya.
Meskipun tiga perempat dari 2.000 orang partisipan merasa sehat-sehat saja, namun 93 persennya mengaku merasa bersalah karena tidak olahraga. Selain kurang berolahraga, partisipan juga merasa bersalah karena tidak makan makanan bergizi dengan teratur, sering minum alkohol, merokok dan kurang makan sayur serta buah.
Semua orang sepakat dengan teori 'olahraga itu menyehatkan', tapi hanya sedikit yang bisa merealisasikan teori tersebut. Dan berdasarkan hasil survei, penyebab yang paling banyak dilontarkan partisipan adalah tidak ada waktu.
"Tampaknya populasi orang dewasa saat ini sudah sangat terganggu dengan semua aktivitas sehari-harinya sampai-sampai tidak punya waktu lagi untuk olahraga. Jarang sekali yang memasukkan olahraga ke dalam agenda mingguan apalagi harian," ujar Dr Mike Knapton, direktur Prevention dan Care BHF seperti dilansir Dailymail, Kamis (4/1/20101).
Jika alasannya hanya karena kurang atau tidak ada waktu, maka apakah jika waktu lebih dari 24 jam sehari, seseorang mau melakukan olahraga?
"Belum tentu juga jika ada waktu lebih seseorang bisa berolahraga. Di luar waktu bekerja atau aktivitas lainnya, lebih banyak yang menghabiskan waktunya untuk berisitirahat. Bahkan jika satu hari lebh dari 24 jam dan sebulan lebih dari 30 hari, olahraga tetap tidak akan diprioritaskan," tutur Dr Knapton.
"Orang dewasa hanya butuh inisiatif dan manajemen waktu yang lebih baik untuk bisa olahraga rutin. Alasan tidak ada waktu atau terlalu sibuk seharusnya tidak menjadi halangan untuk berolahraga. Itulah risikonya menjadi orang dewasa, harus melakukan banyak hal dalam waktu yang terbatas," tambahnya.
Tidak ada yang memungkiri bahwa olahraga itu menyehatkan, mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, meningkatkan kemampuan seksual, mencerdaskan otak dan masih banyak manfaat lainnya. Sekarang waktunya membukt
(fah/ir)
BACA JUGA :









