
-
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 11:47 WIB
On Clinic Berusaha Mengajak Pria ke 'Jalan yang Benar' -
Rabu 23/05/2012 10:46 WIB
Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka -
Rabu 23/05/2012 12:00 WIB
Berapa Lama Anak Boleh Menonton Televisi? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsuko
Jumat, 05/02/2010 16:55 WIB
(Foto: newyorkdailynews)London, Satu lagi penyebab depresi yang mungkin tidak Anda sadari. Baru-baru ini peneliti menyebutkan bahwa pecandu internet yang sering membuka situs komunitas, seksual dan game online bisa terkena depresi. Pecandu internet tidak sadar bahwa kebiasannya yang menyenangkan itu bisa jadi ancaman untuk kesehatannya.
Semakin lama seseorang berselancar di dunia maya, semakin rendah tingkat kebahagiaanya. Demikian menurut studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Great Britain.
Penelitian dilakukan dengan menganalisa penggunaan internet dan level depresi terhadap lebih dari 1.000 partisipan berumur 16-51 tahun. Menurut peneliti dari Leeds University, sebanyak 1,2 persen partisipan tergolong 'pecandu internet'.
Pecandu internet ini biasanya menghabiskan waktunya untuk membuka situs-situs online seperti situs komunitas dan game. Mereka juga lebih banyak melakukan browsing terhadap situs-situs yang berbau seksual.
Hasil studi menunjukkan, partisipan yang tergolong pecandu internet cenderung mengalami gejala-gejala depresi seperti mudah gelisah, tegang, tidak nyaman dan lainnya.
"Kami menemukan hubungan antara lamanya waktu menggunakan internet dengan level depresi. Perasaan sedih atau senang ternyata sangat erat kaitannya dengan seberapa besar ketergantungan seseorang terhadap internet," kata Carriona Morrison dalam Journal Psychopathology, seperti dilansir Newyorkdailynews, Jumat (5/2/2010).
Beberapa orang menggunakan internet sebagai media pelepas stres, tapi banyak yang tidak sadar bahwa kegiatan itu justru membuatnya tambah depresi.
"Sebagian orang pergi online karena ingin melepas beban atau stres dengan cepat. Mereka pikir daripada mengeluarkan tenaga untuk keluar dan bertemu orang-orang, lebih baik mereka berinteraksi dari dunia maya. Mereka merasa sangat senang dengan cara seperti itu, tapi mereka tidak sadar ada bahaya yang mengancam dari kebiasaannya itu," ujar psikolog Jean Cirillo.
Meski demikian, peneliti belum bisa memastikan apakah faktor internet yang menyebabkan depresi ataukah memang orang depresi itu ketergantungan pada internet.
"Yang jelas, penggunaan internet berlebih harus jadi peringatan munculnya risiko depresi dan penyakit lainnya," kata Cirillo.
(fah/ir)
Nyandu Internet Bisa Sebabkan Depresi
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: newyorkdailynews)
Semakin lama seseorang berselancar di dunia maya, semakin rendah tingkat kebahagiaanya. Demikian menurut studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Great Britain.
Penelitian dilakukan dengan menganalisa penggunaan internet dan level depresi terhadap lebih dari 1.000 partisipan berumur 16-51 tahun. Menurut peneliti dari Leeds University, sebanyak 1,2 persen partisipan tergolong 'pecandu internet'.
Pecandu internet ini biasanya menghabiskan waktunya untuk membuka situs-situs online seperti situs komunitas dan game. Mereka juga lebih banyak melakukan browsing terhadap situs-situs yang berbau seksual.
Hasil studi menunjukkan, partisipan yang tergolong pecandu internet cenderung mengalami gejala-gejala depresi seperti mudah gelisah, tegang, tidak nyaman dan lainnya.
"Kami menemukan hubungan antara lamanya waktu menggunakan internet dengan level depresi. Perasaan sedih atau senang ternyata sangat erat kaitannya dengan seberapa besar ketergantungan seseorang terhadap internet," kata Carriona Morrison dalam Journal Psychopathology, seperti dilansir Newyorkdailynews, Jumat (5/2/2010).
Beberapa orang menggunakan internet sebagai media pelepas stres, tapi banyak yang tidak sadar bahwa kegiatan itu justru membuatnya tambah depresi.
"Sebagian orang pergi online karena ingin melepas beban atau stres dengan cepat. Mereka pikir daripada mengeluarkan tenaga untuk keluar dan bertemu orang-orang, lebih baik mereka berinteraksi dari dunia maya. Mereka merasa sangat senang dengan cara seperti itu, tapi mereka tidak sadar ada bahaya yang mengancam dari kebiasaannya itu," ujar psikolog Jean Cirillo.
Meski demikian, peneliti belum bisa memastikan apakah faktor internet yang menyebabkan depresi ataukah memang orang depresi itu ketergantungan pada internet.
"Yang jelas, penggunaan internet berlebih harus jadi peringatan munculnya risiko depresi dan penyakit lainnya," kata Cirillo.
(fah/ir)
BACA JUGA :









