detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Mengatasi Buang Air Kecil yang Keseringan

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 08/02/2010 12:13 WIB
(Foto: charlesandhudson)
Northwestern, Masalah sering buang air kecil bisa mengganggu aktivitas seseorang dalam bekerja, interaksi sosial, psikologis dan gangguan saat tidur. Jangan abaikan masalah ini, cari tahu penyebabnya dan cara mengatasinya.

Biasanya orang akan sering pipis ketika musim hujan atau dingin, tapi beberapa orang justru sering buang air kecil kapan pun karena mungkin mengalami overactive bladder (sering buang air kecil).

Meskipun gejala pada laki-laki diyakini karena bermasalah dengan prostat, tapi para peneliti mengungkapkan hal ini disebabkan oleh frekuensi mendesak yang berlebihan untuk buang air kecil. Masalah ini juga banyak dialami oleh kaum perempuan.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Kevin McVary, profesor urologi dari Feinberg School of Medicine di Northwestern University, didapatkan sekitar 76 persen orang yang berusia di atas 45 tahun didiagnosis mengalami overactive bladder yang tidak terawat.

"Permasalahan ini sebaiknya segera ditangani dan jangan menganggap hal ini adalah sesuatu yang wajar karena bertambahnya usia," ujar Dr Mc Vary, seperti dikutip dari MSN, Senin (8/2/2010).

Untuk mengatasi hal ini bisa dimulai dengan mengubah gaya hidup. Teknik yang paling sederhana adalah mengurangi asupan cairan di malam hari, mengurangi asupan kopi dan minuman bersoda karena dapat mengiritasi kandung kemih serta berolahraga dengan teratur juga dapat mengurangi dorongan untuk sering buang air kecil.

Teknik lain yang bisa digunakan untuk mengurangi frekuensi sering buang air kecil yang tak tertahankan seperti saat batuk atau bersin adalah melalui senam Kegel. Senam ini tidak hanya untuk kaum perempuan, tapi juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Praktik ini dapat berfungsi menguatkan otot-otot sehingga tidak sering buang air kecil serta tidak memerlukan biaya yang mahal.

Hal lainnya adalah secara bertahap belajar untuk menahan buang air kecil ketika dorongan tersebut datang. "Tapi jangan secara ekstrim, mencoba langsung menahan hingga 2-3 jam justru bisa mengganggu dan tidak akan berhasil," ujar Dr Matthew Rutman dari Columbia University Medical Center.

Tapi cobalah untuk menahannya secara bertahap dan signifikan, yaitu bisa dimulai setiap 15 menit sekali. Dengan begitu seseorang bisa mengontrol frekuensi buang air kecilnya. Cara-cara ini dapat membantu mengatasi permasalahan sering buang air kecil tanpa obat-obatan.

Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar didapatkan penanganan yang benar.
(ver/ir)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit