
-
Selasa 22/05/2012 19:07 WIB
Serangan Stroke Tak Bisa Ditangani Sendiri, Segera ke Rumah Sakit -
Selasa 22/05/2012 18:32 WIB
Aksi CSR Rokok Hanya untuk Cari Muka -
Selasa 22/05/2012 18:27 WIB
Istri Keluarkan Banyak Cairan Saat Bercinta, Wajarkah? -
Selasa 22/05/2012 20:10 WIB
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan -
Selasa 22/05/2012 17:04 WIB
Lakukan Cara Ini Jika Ingin Diet Sukses - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,790.000
-
Rp 471.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Jika Punya Waktu Lebih, Maukah Anda Berolahraga?
- Duduk 56 Jam dalam Seminggu Memicu 'Penyakit Duduk'
- Pangkas Kalori dengan Kurangi Nonton TV
- 5 Kesalahan Perempuan Saat Berolahraga
- Atrofi Otot
- Biduran/Kaligata
- Bangun Tidur Tidak Teratur
Info Penyakit :
Berat Badan Susah Turun Gara-gara DNA
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: newyorkdailynews)
Peneliti menemukan bahwa DNA sebenarnya mempengaruhi seseorang untuk menyingkirkan lemak dalam tubuhnya dengan olahraga. Dalam studinya, peneliti melibatkan 600 partisipan dari 14 institut di seluruh dunia.
Partisipan diminta untuk melakukan olahraga dengan cara bersepeda, fitnes dan olahraga lainnya. Selama studi berlangsung, partisipan dicek kadar oksigennya sebagai patokan seberapa sehat seseorang.
Aktivitas yang paling bisa meningkatkan asupan oksigen adalah berjalan, berenang dan bersepeda.
Ketika peneliti memeriksa DNA partisipan, mereka menemukan 30 gen yang mempengaruhi asupan oksigen. Sebelas gen diketahui berhubungan dengan perubahan lemak setelah melakukan olahraga dan fitnes.
Namun peneliti menemukan kombinasi gen yang sama sekali tidak terpengaruh walaupun sudah menjalani serangkaian olahraga pada 20 persen partisipan. Sekeras apapun mereka berolahraga, tidak mempengaruhi jumlah asupan oksigen sehingga kesulitan mengurangi lemak dari tubuh.
Tapi jika seseorang memiliki gen itu, bukan berarti menjadi pasrah dan berhenti berolahraga. "Bahkan jika Anda termasuk orang kurang beruntung karena memiliki gen tersebut, tidak berarti Anda harus menyerah dan tidak olahraga sama sekali. Yang dibutuhkan mungkin hanya waktu yang lebih lama dan cara lain yang lebih tepat untuk meningkatkan asupan oksigen," ujar Vik Khanna, oakar olahraga klinis seperti dilansir Newyorkdailynews, Senin (8/2/2010).
Menurut Khanna, olahraga tetap dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas tidur, kerapatan tulang dan daya tahan tubuh.
"Olahraga tidak hanya berguna untuk membakar lemak dan menguruskan badan, tapi masih banyak keuntungan lain dari berolahraga," ujarn
(fah/ir)
BACA JUGA :









