
-
Selasa 22/05/2012 20:10 WIB
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan -
Selasa 22/05/2012 19:07 WIB
Serangan Stroke Tak Bisa Ditangani Sendiri, Segera ke Rumah Sakit -
Selasa 22/05/2012 18:27 WIB
Istri Keluarkan Banyak Cairan Saat Bercinta, Wajarkah? -
Selasa 22/05/2012 18:32 WIB
Aksi CSR Rokok Hanya untuk Cari Muka -
Selasa 22/05/2012 17:04 WIB
Lakukan Cara Ini Jika Ingin Diet Sukses - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 6,087.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- 3 Cara Cegah Anak Obesitas
- Percayakan Naluri Ibu Saat Anak Sakit
- Saat si Kecil Tak Mau Makan
- Barang Elektronik Bikin Anak Kuper
- Anemia
- Autoimun Anemia Hemolitik Idiopatik
- Idiopatik Aplastik Anemia
Info Penyakit :
- Adenosine
- Clopidogrel
- Aloclair Gel
Info Obat :
Anemia Fanconi Bukan Sekedar Anemia Biasa
Vera Farah Bararah - detikHealth
Emma Routh (Foto: abcnews)
Pada perayaan ulang tahun kelimanya, ranjang rumah sakit yang ditempati Emma dipenuhi dengan peralatan dan mahkota putri. Entah berapa kali lagi ulang tahun yang harus dirayakannya di rumah sakit. Dokter percaya bahwa penyakit ini hanya bisa disembuhkan melalui transplantasi sumsum tulang belakang.
"Kami sudah kehilangan rumah dan sebagian harta kami, hanya untuk memastikan bahwa kami dapat melakukan transplantasi untuk membuatnya sembuh dari penyakit tersebut," ujar sang ibunda Brandy Routh (27 tahun), seperti dikutip dari ABCNews, Selasa (9/2/2010).
Keluarga Routh tinggal di daerah pedesaan di luar kota Palestine, Texas. Orangtua Emma telah mengorbankan segala hartanya agar sang buah hati bisa mendapatkan perawatan di Children's Hospital Boston. Emma sendiri didiagnosis menderita Fanconi anemia pada bulan Juni 2008.
"Saat Emma didiagnosis saya masih seorang mahasiswa. Tapi kini saya telah berhenti kuliah hanya untuk memastikan bahwa ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuknya. Tugas pertama saya adalah mencari donor yang cocok untuk transplantasi sumsum tulang," ujar sang ayah, Clint Routh.
Namun Emma bisa sedikit bergembira karena menerima kejutan ulang tahun dari Hope for Henry Foundation. "Saya punya film, buku mewarnai, permainan dan dompet seorang putri," ungkap Emma.
Laurie Strongin, direktur eksekutif dari Hope for Henry Foundation mengungkapkan dirinya senang bisa sedikit menghibur Emma. Karena dulunya sang putra tercinta juga menderita Fanconi anemia dan meninggal pada tahun 2002 saat berusia 7 tahun, sehingga didirikan yayasan ini untuk mengenang anaknya Henry.
Kini ada sedikit harapan untuk kesembuhan Emma. Setelah penantian lebih dari setahun, akhirnya Oktober 2009 lalu orangtuanya telah menemukan donor sumsum tulang belakang yang cocok dengan Emma.
Fanconi anemia adalah salah satu penyakit yang menyerang 1 dari 3 juta orang, penyakit ini lebih rumit dan kompleks dibandingkan anemia biasa. Fanconi anemia bisa mempengaruhi setiap sel dalam tubuh dan menyerang sumsum tulang belakang sejak usia dini, sehingga dapat mengancam kehidupan penderitanya. Anemia atau kekurang sel darah merah hanya gejala dari penyakit ini.
"Proses perawatan ini bisa menjadi sangat rumit. Proses kemoterapi dan radiasi yang biasa digunakan oleh pasien kanker transplantasi sumsum tulang belakang, justru bisa membunuh pasien Fanconi anemia. Sehingga harus pergi ke tempat yang benar-benar mengkhususkan diri pada masalah kegagalan sumsum tulang belakang," ujar Dr Leslie Lehmann, direktur klinis program transplantasi sumsum tulang belakang anak di Dana Farber Cancer Institute/Children's Hospital Boston.
Lehmann mengungkapkan selain bermasalah dengan sumsum tulang, anak-anak yang menderita Fanconi anemia juga berisiko terkena berbagai jenis kanker seumur hidupnya. National Heart Lung and Blood Institute memperkirakan rata-rata usia untuk pasien Fanconi anemia paling lama mencapai 20 sampai 30 tahun.
Selain itu perawatan yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit ini terbilang mahal, dalam satu bulan bisa mencapai 125 ribu Dollar AS ditambah perawatan lain yang mengharuskannya tinggal di rumah sakit
(ver/fah)
BACA JUGA :









