detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Senin, 22/12/2014 13:16
100 Konsultasi Terpopuler

Cara Baru Menyimpan Vaksin Tanpa Lemari Es

Vera Farah Bararah - detikHealth
Jumat, 19/02/2010 13:14 WIB
Ilustrasi (Foto: babble.com)
London, Menyimpan vaksin bukanlah hal mudah. Perlu ahli yang terlatih untuk menanganinya dan butuh media seperti lemari es atau freezer. Kini peneliti menemukan cara baru menyimpan vaksin yang lebih praktis.

Ilmuwan Inggris berhasil menemukan cara murah dan sederhana untuk membuat vaksin tetap stabil meskipun pada temperatur tropis. Dengan teknologi ini tidak perlu lagi menggunakan lemari es atau freezer untuk menyimpan vaksin. Tapi cukup menggunakan campuran gula trehalos dan sukrosa.

"Saat ini semua vaksin harus disimpan dalam lemari es atau freezer dan membutuhkan staf khusus yang sangat terlatih untuk menanganinya," ujar ketua peneliti Dr Matt Cottingham dari Oxford's Jenner Institute, seperti dikutip dari ABC.net.au, Jumat (19/2/2010).

Dr Cottingham menuturkan dengan teknolgi baru ini dapat mengurangi biaya dan meningkatkan akses vaksin ke beberapa desa terpencil. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam jurnal Science Translational Medicine.

Peneliti menggunakan metode yang dipatenkan dengan nama HydRIS, yaitu dengan cara mencampur vaksin dengan gula trehalose dan sukrosa serta membiarkannya hingga kering pada filter atau membrane.

Ketika air menguap, campuran vaksin berubah menjadi sirup dan membeku pada membrane. Dengan menjaga bagian aktif dari vaksin seperti membuatnya mati suri dapat melindunginya dari bahaya temperatur tinggi.

Tim Cottingham berhasil menyimpan dua vaksin dengan virus yang berbeda pada membrane gula dan tetap stabil selama 4-6 bulan pada suhu 45 derajat celcius tanpa ada kandungan obat yang rusak. Selain itu juga ditemukan vaksin dapat disimpan hingga satu tahun pada suhu 37 derajat celcius.

"Hal ini sangat menarik secara ilmiah karena virus ini sifatnya mudah rapuh. Jika kita mampu menstabilkan virus ini, maka vaksin lainnya akan cenderung lebih mudah," ujar Prof Adrian Hill dari University Oxford.

Badan kesehatan dunia (WHO) menuturkan dalam program imunisasi, hampir 80 persen anak-anak harus diberikan 6 vaksinasi untuk mencegah penyakit polio, difteri, TBC, batuk rejan, campak dan tetanus. Salah satu hambatan terbesarnya adalah biaya untuk menjaga vaksin tersebut agar tetap stabil terutama jika dikirim ke daerah terpencil.

Dengan ditemukannya metode baru menjaga vaksin tanpa merusak kandungan obat di dalamnya ini, maka biaya yang harus dikeluarkan bisa dikurangi dan akan semakin banyak anak di desa terpencil yang mendapatkan vaksin.

(ver/ir)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit