detikhealth

Turun Berok, Apaan Tuh?

Nurul Ulfah - detikHealth
Jumat, 19/02/2010 16:30 WIB
 Turun Berok, Apaan Tuh? (Foto: medicinenet)
Jakarta, Awas jangan angkat berat-berat nanti turun berok! Kalimat seperti itu mungkin sudah sering didengar dan umumnya yang diketahui masyarakat turun berok banyak menyerang pria.

Apa sebenarnya turun berok itu?

Turun berok dalam istilah medis dikenal sebagai hernia. Istilah turun berok lebih banyak dipakai untuk menunjukkan sakit di bagian perut bawah (berok).

Hernia atau turun berok ini adalah keluarnya organ usus dari tempat seharusnya. Penjelasan sederhananya yaitu usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar, usus bisa 'brojol' melalui lubang tersebut.

Sebenarnya tak hanya pria yang doyan angkat barang berat saja yang bisa terkena hernia, anak-anak dan wanita pun bisa mengalaminya.

Bagaimana usus bisa melorot? Setidaknya ada dua hal yang menjadi penyebabnya.

Pertama, karena dinding penahan ususnya lemah. Lemahnya dinding penahan ini bisa disebabkan beberapa hal, misalnya karena sudah tua, punya penyakit diabetes (kencing manis) dan penyakit sistemik seperti SLE.

Kedua, karena adanya tekanan yang besar sehingga usus turun ke bawah. Hal ini banyak dialami oleh pekerja berat yang terbiasa mengangkat barang berat. Karena proses mengangkat ini memakai 'ngeden' maka kekuatan usus bisa melemah.

Hernia bisa juga terjadi pada orang yang mengalami penyakit batuk kronis, sembelit, kegemukan atau pada wanita hamil.

Pada turun berok yang ringan, usus yang turun bisa masuk lagi ke perut jika dalam posisi tidur. Tapi kalau sudah parah, usus tidak akan bisa masuk lagi ke perut. Kalau usus sudah terjepit, usus tidak mendapat suplai darah dan akhirnya membusuk.

Seperti dikutip dari Medicinenet, Jumat (19/2/2010), jenis-jenis hernia terdiri dari:
  1. Hernia inguinal, lebih banyak terjadi pada pria karena perbedaan perkembangan bayi laki-laki di dalam rahim.
  2. Hernia femoral, yaitu apabila sebagian usus menonjol pada bagian atas paha, biasanya terjadi lebih banyak pada wanita.
  3. Hernia umbilikal, paling umum terjadi pada kalangan anak-anak.
  4. Hernia insisional, biasa terjadi setelah proses operasi.
  5. Hernia hiatus, menyebabkan bagian atas perut naik ke atas bagian dada.

Hernia dapat terjadi pada bayi, anak sampai orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak hernia ini disebut hernia herediter (bawaan lahir), sementara pada orang dewasa dan orang tua disebut hernia acquired.

Gejala pertama yang dirasakan adalah rasa berat di lipatan paha yang timbul saat tekanan dalam perut meningkat, seperti saat mengedan, batuk atau mengangkat beban berat. Gejala selanjutnya adalah penonjolan di daerah tersebut saat tekanan perut meningkat dan hilang saat tekanan hilang.

Umumnya penderita sering mengeluh adanya benjolan yang tidak menyakitkan namun cukup mengganggu, tergantung seberapa besar benjolan tersebut. Semakin lama benjolan tersebut dibiarkan, maka semakin turun dan pada pria bisa masuk sampai kantong kemaluan (scrotum).

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit hernia adalah dengan jalan operasi untuk mengembalikan usus ke tempat semula dan menutup lubang yang tidak normal.

Pada hernia yang sudah sangat parah, operasi harus segera dilakukan agar usus yang terjepit tidak perlu dipotong. Umumnya operasi berlangsung 1 jam dan pasien dapat pulang dua hari setelah operasi.

Tapi kalau keadaannya tidak terlalu parah, penyembuhan dapat dilakukan dengan pemijatan. Bagian anggota tubuh yang diberi pijatan antara lain pinggang, pantat, tungkai atas belakang dan depan, perut dan lipat perut.

Tekanan dan gosokan pada saat memijat dimasudkan untuk mengembalikan posisi kantong kencing serta untuk menarik urat-urat penyangga supaya kembali kencang. Namun biasanya pijatan hanya dapat mengembalikan usus yang terperangkap ke rongga perut dan tidak dapat menutup lubang akibat usus yang sudah 'brojol' sangat parah..

Jika hernia parah dipaksakan untuk dipijat, bisa menyebabkan pembengkakan bahkan melukai isi hernia. Jika hernia sudah membengkak akan sulit dimasukkan lagi menuju rongga perut. Selain itu pembengkakan juga bisa menimbulkan risiko infeksi dan akhirnya dinding usus jebol.(fah/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit