detikhealth

Nasib Pria Azoospermia yang Sulit Menghamili Perempuan

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kamis, 18/03/2010 06:01 WIB
Nasib Pria Azoospermia yang Sulit Menghamili PerempuanIlustrasi (Foto: howtocure ed)
Jakarta, Sperma merupakan salah satu faktor yang menentukan seorang wanita bisa hamil. Banyak cara yang dilakukan pria untuk mendapatkan kualitas sperma yang baik. Tapi bagi pria penderita azoospermia sangat sulit menghamili perempuan karena cairan spermanya tak berisi sel sperma alias kosong.

Azoospermia adalah istilah yang digunakan ketika seorang pria tidak mengeluarkan sperma sama sekali pada saat terjadi ejakulasi hanya ada cairan yang kosong sel sperma. Ini adalah penyebab utama laki-laki subfertility, kondisi dimana seorang pria tidak mungkin untuk membuat seorang wanita hamil.

Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari testicles atau testis, prostat, penis, skrotum, vas deferens, epididimis, dan duktus seminalis. Biasanya, testis dalam skrotum menghasilkan sperma, yang kemudian mengalir melalui epididimis, vas deferens, dan saluran mani. Sperma bercampur dengan cairan di dalam saluran mani untuk membentuk air mani, yang meninggalkan tubuh melalui penis.

Semen atau air mani adalah cairan kental, putih, berisi sperma dilepaskan selama ejakulasi. Masalah pada azoospermia berkaitan dengan masalah pada produksi sperma atau aliran sperma.

Seperti dilansir dari maleinfertilityspecialists, Kamis (18/3/2010), ada tiga penyebab kurangnya produksi sperma, yakni gangguan hormon, kegagalan testis, dan
varicocele.

1. Gangguan hormon

Testis memerlukan hormon hipofisis untuk merangsang membuat sperma. Jika hormon tersebut tidak ada atau sangat kurang, maka testis tidak akan memproduksi sperma secara maksimal. Gangguan hormon bisa dsebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti androgen (steroid), antibiotik, dan obat-obatan untuk mengobati peradangan atau kanker. Rokok, alkohol, dan narkotika juga dapat menyebabkan gangguan hormon.

2. Kegaggalan testis

Kegagalan testis merujuk pada ketidakmampuan testis (epitel seminiferus) memproduksi sperma, untuk membuat jumlah sperma matang yang memadai. Kegagalan ini bisa terjadi pada setiap tahap dalam produksi sperma. Ada beberapa alasan penyebab kegagalan testis, yaitu testis tidak memiliki sel-sel yang membelah menjadi sperma atau yang disebut 'Sertoli cell-only syndrome', sperma tidak mampu menyelesaikan tahap perkembangannya (maturation arrest), dan juga disebabkan oleh adanya kelainan genetik.

3. Varicocele

Varicocele atau varises di buah zakar adalah terbukanya pembuluh darah di dalam skrotum. Varicocele sama halnya dengan varises yang biasa terjadi di kaki. Pembuluh darah vena yang membesar dan terbuka disebabkan karena darah tidak mengalir dengan baik. Pelebaran pembuluh darah menyebabkan banyak darah yang mengalir ke skrotum, yang berakibat negatif pada produksi sperma.

Pemeriksaan dan perawatan perlu dilakukan mengambil tindakan yang benar untuk mengobati azoospermia. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:

1. Pemeriksaan fisik
Tes yang paling sederhana adalah pemeriksaan fisik. Sebagian besar testis terdiri dari unsur-unsur produksi sperma yaitu epitel seminiferus, ketika ukuran testis sangat berkurang, ini merupakan indikasi bahwa epitel seminiferus terpengaruh.

2. Pemeriksaan hormon
Follicle stimulating hormone (FSH) adalah hormon yang dihasilkan oleh hipofisis, yang bertanggung jawab merangsang testis untuk membuat sperma. Ketika kapasitas produksi sperma dari testis berkurang, hipofisis membuat lebih banyak FSH dalam usaha untuk membuat testis melakukan tugasnya.
Oleh karena itu, jika FSH seorang pria sangat tinggi, maka ada indikasi bahwa testis tidak memproduksi sperma secara optimal.

3. USG transrectal
Untuk meghilangkan penyumbatan pada saluran ejakulasi, sering dilakukan USG pada saluran ejakulasi dan vesikula seminalis. Dalam tes ini, USG ditempatkan di rektum dari saluran yang terletak di dekat dinding rektum. Selain itu juga pada saluran ejakulasi melewati prostat, sebuah kelenjar yang dapat dirasakan melalui dinding dubur laki-laki.

4. Tes urin
Ada kemungkinan ejakulasi terjadi ke arah yang berlawanan. Sperma didorong ke kandung kemih dan kemudian dikeluarkan ketika orang buang air kecil setelah ejakulasi.
Untuk pengujian ini, pasien harus mengosongkan kandung kemih, dan kemudian ejakulasi ke dalam wadah. Pasien kemudian diminta buang air kecil lagi ke wadah spesimen yang berbeda. Jika ada sperma dalam air seni, berarti ia mengalami ejakulasi mundur. Kadang-kadang hal ini dapat diperbaiki dengan obat minum.

5. Biopsi testis
Tes dilakukan dengan mengambil sampel testis dengan jarum suntik atau melalui sayatan kecil dalam skrotum. Ini akan membantu menentukan kemampuan testis untuk memproduksi sperma normal.

Apakah jika sudah divonis pria azoospermia bakal sulit punya anak? Tentu saja, tapi jika si pria berusaha melakukan pengobatan masalah spermanya bisa membaik.
Penyakit ini masih dapat diobati dengan berbagai cara, antara lain:

  1. Obat-obatan, antibiotik bisa diberikan untuk mengobati infeksi pada sistem reproduksi. Hormon dapat digunakan untuk mengobati ketidakseimbangan hormon.
  2. Percutaneous embolization, prosedur ini dapat digunakan untuk mengobati varicocele. Sebuah obstruksi (penyumbatan) dibuat dalam pembuluh darah yang membesar. Ini akan menghentikan aliran darah dan mengobati varicocele.
  3. Ekstraksi sperma, sperma dapat diekstraksi atau dihapus dari testis atau epididimis jika ada halangan. Semen yang diekstrak dapat disimpan atau digunakan untuk membuahi telur seorang wanita.
  4. Operasi, seperti menghapus varicocele atau memperbaiki vas deferens yang tersumbat.

Dr. Y Soni, Sp.U, Dokter Spesialis Bedah Urologi di RS Puri Indah mengatakan hasil analisis sperma dinilai akurat bila sudah melakukan tes analisis sperma paling sedikit 2 kali berturut-turut dalam 2 minggu dalam kondisi bebas berhubungan 3 hari sebelum pemeriksaan. Pemeriksaan sebaiknya dalam keadaan rileks dan nyaman.

Bila kesimpulan akhir tetap suatu azoospermia, ini menjelaskan memang tidak terdapat sel sperma dalam cairan sperma yang dikeluarkan.

"Penyebabnya dapat dikarenakan sumbatan pada kedua saluran sperma atau kegagalan hormon Gonad atau hormon stimulan Gonad secara sentral (Gonadotropin) pada laki-laki.Kegagalan hormon ini bisa karena bawaan atau kelainan susunan kromosom dan sebagainya," kata Dr Soni dalam jawaban konsultasi kesehatan di detikHealth.

(mer/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit