detikhealth

Penyebab Tubuh Bisa Gemetar

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 22/03/2010 13:30 WIB
Penyebab Tubuh Bisa Gemetar(Foto: buzzle)
Jakarta, Tanpa disadari semua orang pasti pernah mengalami tubuh yang gemetar, entah karena sedang takut, udara yang dingin atau sakit tertentu. Tapi sebenarnya banyak faktor yang bisa menyebabkan tubuh seseorang menjadi gemetar.

Gemetar adalah suatu tindakan yang dilakukan tanpa sengaja, agak berirama dan gerakan ototnya melibatkan gerakan osilasi dari satu bagian tubuh ke bagian tubu lain.

Semua gerakan ini tanpa disadari dan dapat mempengaruhi tangan, lengan, kepala, wajah, pita suara dan kaki. Namun kebanyakan orang mengalami gemetar pada daerah tangan dan kakinya.

Pada beberapa orang, gemetar yang terjadi merupakan gejala dari adanya kelainan pada neurologis. Namun secara umum, gemetar juga bisa dialami oleh orang yang sehat. Walaupun gemetar tidak mengancam jiwa, tapi dapat memalukan bagi sebagian orang dan membuatnya lebih sulit untuk melakukan tugas sehari-hari seperti menulis, membaca, memegang dan mengambil sesuatu.

Seperti dikutip dari Medicinenet, Senin (22/3/2010) gemetar pada umumnya disebabkan oleh adanya masalah di bagian otak yang mengendalikan otot-otot seluruh tubuh atau pada daerah-daerah tertentu.

Kondisi neurologis yang dapat menyebabkan seseorang gemetar adalah multiple sclerosis, stroke, cedera otak traumatis dan penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi batang otak atau otak kecil.

Selain pengaruh faktor neurologis, ada juga penyebab badan gemetar lain yaitu akibat faktor gaya hidup, seperti:

  1. Emosi. Perasaan gugup, takut atau cemas sebelum melakukan kegiatan yang menegangkan seperti wawancara kerja atau pidato di depan umum juga bisa menyebabkan seseorang mengalami gemetar tubuh yang bersifat sementara.
  2. Udara dingin. Terkena udara dingin yang tiba-tiba (secra ekstrim) atau terus menerus akan membuat tubuh menjadi gemetar, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk tubuh merasa lebih hangat.
  3. Konsumsi obat tertentu. Jika seseorang mengonsumsi obat seperti amfetamin, kortikosteroid atau stimulan, biasanya menyebabkan efek samping seperti gemetar di dalam tubuh.
  4. Konsumsi alkohol. Seseorang ada yang merasa gemetar setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah tertentu, hal ini adalah salah satu efek samping dari penarikan diri terhadap alkohol.
  5. Distonia. Ini adalah istilah medis yang menunjukkan kontraksi abnormal dari otot yang dapat menyebabkan gemetar di seluruh tubuh atau hanya pada daerah tertentu saja seperti tangan.

Tubuh yang gemetar bisa dikelompokkan berdasarkan bagaimana gemetar itu terjadi, yaitu:

1. Gemetar istirahat atau statis. Gemetar terjadi ketika otot ekstremitas sedang santai dan sepenuhnya melawan gravitasi, seperti ketika tangan sedang berbaring di pangkuan atau ketika orang tersebut sedang diam. Jenis gemetar ini sering terlihat pada pasien dengan penyakit Parkinson.

2. Gemetar aksi. Gemetar ini bisa terjadi pada setiap anggota tubuh yang sedang bergerak, misalnya saat tangan sedang terulur, saat sedang menulis atau selama terjadi kontraksi otot.

3. Gemetar essensial. Gemetar ini biasanya terjadi secara perlahan dan tidak diketahui penyebab pastinya. Gemetar ini biasanya bersifat ringan dan tidak menunjukan adanya penyakit tertentu, tapi mengganggu penderitanya. Kecemasan, stres, kelelahan, kafein atau beberapa obat terentu dapat menimbulkan gemetar essensial ini.

Jika gemetar yang terjadi akibat faktor gaya hidup, maka seseorang bisa menghindarinya dengan sebisa mungkin menghindari kondisi tersebut atau melakukan pencegahan terhadap faktor pemicunya. Namun, jika akibat faktor neurologis maka membutuhkan perawatan tersendiri tergantung penyebabnya.

(ver/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit