detikhealth

Mengatasi Pusing dan Pingsan Saat Hamil

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Selasa, 23/03/2010 12:40 WIB
Mengatasi Pusing dan Pingsan Saat HamilIlustrasi (Foto: buzzle)
Jakarta, Kehamilan adalah saat ketika banyak perubahan hormon terjadi di dalam tubuh. Jadi mungkin ada beberapa konsekuensi yang tak diinginkan dari perubahan hormon tersebut. Salah satunya adalah keluhan sering pusing dan pingsan selama kehamilan.

Tak jarang wanita hamil merasa pusing bahkan pingsan. Ketika hamil, sistem kardiovaskular mengalami perubahan dramatis, seperti detak jantung naik, jantung memompa lebih banyak darah per menit dan jumlah darah dalam tubuh bertambah sebesar 40 hingga 45 persen.

Selama kehamilan normal, tekanan darah secara bertahap berkurang pada awalnya dan mencapai titik terendah di tengah kehamilan. Kemudian mulai naik, kembali ke tingkat regulernya pada akhir kehamilan.

Sebagian besar waktu, sistem kardiovaskular dan sistem saraf mampu menyesuaikan diri dengan semua perubahan ini, tetapi kadang-kadang mereka tidak mampu. Ketidakmampuan itu dapat membuat wanita hamil merasa pusing atau bahkan pingsan. Jika pingsan, itu bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah, dan harus segera menghubungi dokter.

Seperti dilansir dari BabyCenter, Selasa (23/3/2010), ada beberapa penyebab umum pusing dan pingsan selama kehamilan, yaitu:

1. Berdiri terlalu cepat

Ketika seseorang duduk, darah cenderung berkumpul di ekstremitas bawah, yaitu kaki dan kaki bagian bawah. Ketika seseorang tiba-tiba berdiri, maka darah yang kembali dari kaki ke jantung tidak cukup banyak. Akibatnya, tekanan darah tiba-tiba turun, menyebabkan pusing karena jumlah darah dan oksigen di dalam otak tidak mencukupi.

Salah satu cara untuk menghindari pingsan selama kehamilan adalah dengan menghindari berdiri tiba-tiba, dan meloncat dari kursi atau tempat tidur.

Ketika berbaring, duduk perlahan-lahan dan duduk selama beberapa menit dengan kaki menjuntai di sisi tempat tidur atau sofa. Lalu perlahan-lahan bangkit dari duduk untuk berdiri.

Ketika perlu berdiri untuk waktu yang lama, gerakkan kaki untuk melancarkan sirkulasi. Mengenakan stoking juga dapat membantu sirkulasi di bagian bawah tubuh.

2. Berbaring dengan punggung (Telentang)

Saat kehamilan berlanjut, khususnya selama trimester kedua dan ketiga, pertumbuhan rahim dapat menyebabkan penurunan sirkulasi di kaki bagian bawah. Hal ini terjadi karena adanya tekanan pada vena kava inferior (vena besar yang mengembalikan darah dari bagian bawah tubuh ke jantung) dan vena panggul.

Ketika seorang wanita hamil berbaring telentang dalam waktu lama, ini bisa memperburuk masalah. Bahkan, sekitar 8 persen dari ibu hamil di trimester kedua dan ketiga mengembangkan suatu kondisi yang disebut sindrom telentang hypotensive.

Sindrom telentang hypotensive yaitu kondisi dimana telentang untuk jangka waktu lama dapat mengakibatkan peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah, yang menyebabkan gejala kegelisahan, mual, sakit kepala ringan, dan lainnya.

Untuk menghindari masalah ini, berbaringlah di sisi bukan telentang. Kedua sisi lebih baik daripada telentang, walaupun sisi kiri adalah yang terbaik. Bantal yang ditempatkan di bawah punggung atau di bawah pinggul dapat membantu tetap berada di sisi, atau setidaknya cukup miring untuk menjaga rahim dari tekanan vena kava.

3. Tidak cukup makan dan minum

Banyak wanita hamil cenderung merasa mual karena morning sickness, sehingga mereka malas untuk makan atau minum. Hal itu dapat menyebabkan gula darah rendah atau yang disebut hipoglikemia, yang dapat membuat pusing atau pingsan selama kehamilan.

Selama kehamilan, terdapat peningkatan kebutuhan gizi dan oksigen dalam tubuh, dengan demikian, nutrisi yang tidak memadai dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan anak.

Dehidrasi juga dapat menyebabkan pusing atau pingsan. Pastikan wanita hamil tetap sehat, dan terhindar dari hidrasi dengan meminum delapan hingga sepuluh gelas air per hari, terlebih jika sedang olahraga atau merasa panas.

Cobalah untuk menjaga gula darah agar tidak terlalu rendah dengan makan makanan kecil. Bawalah makanan ringan yang sehat sehingga bisa segera makan ketika merasa lapar.

4. Anemia

Anemia merupakan masalah umum pada kebanyakan wanita hamil. Anemia menyebabkan penurunan sel darah merah untuk membawa oksigen ke otak dan organ-organ lain. Hal ini menimbulkan perasaan pening dan pusing.

Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum anemia, jadi pastikan untuk memakan makanan yang kaya zat besi dan konsumsi vitamin dengan zat besi dan multivitamin, terutama dalam trimester kedua dan ketiga.

5. Kepanasan


Menghabiskan waktu di ruangan yang sangat panas atau mandi air panas dapat menyebabkan pembuluh darah melebar, menurunkan tekanan darah dan menyebabkan pusing dan pingsan selama kehamilan.

Jika wanita hamil merasa pusing karena terlalu panas, hindari tempat-tempat keramaian yang pengap dan berpakaian berlapis-lapis. Cukup mandi air hangat, bukan yang panas, dan mencoba untuk menjaga kamar mandi tetap dalam keadaan dingin.

6. Hiperventilasi

Olahraga berlebihan atau segala jenis aktivitas fisik yang berat dapat menyebabkan hiperventilasi. Hal ini bisa mengakibatkan kecemasan, sesak napas dan pusing, yang dapat menyebabkan pingsan selama kehamilan. Meskipun olahraga ringan dapat meningkatkan sirkulasi darah, orang tidak boleh berlebihan, terutama jika seorang wanita tidak merasa sangat baik.

7. Vasovagal syncope

Kadang-kadang, wanita merasa pusing ketika terjadi regangan untuk batuk, buang air kecil atau buang air besar. Tindakan ini pada akhirnya mendorong suatu respon vasovagal, di mana terdapat penurunan tekanan darah akibat tindakan saraf vagus.

Hal ini menyebabkan penurunan denyut jantung, pusing dan kelelahan, juga pingsan. Jika gejala ini terjadi berulang-ulang, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter, sehingga dapat didiagnosis dan diobati.

Dehidrasi, kecemasan, dan rasa sakit juga dapat memicu reaksi jenis ini, dan wanita hamil lebih rentan terhadap itu. Peringatan ringan dan tanda-tanda seperti perasaan hangat, pucat, berkeringat, mual, menguap, dan hiperventilasi sering mendahului vasovagal syncope. Perhatikan tanda-tanda ini dan berbaring segera untuk membantu menjaga diri dari pingsan.


Tidak peduli apa pun penyebabnya, wanita hamil harus segera berbaring bila merasa pusing, sehingga tidak jatuh dan melukai diri sendiri jika terjadi pingsan.

Jika sedang berada di tempat yang tidak memungkinkan untuk berbaring, duduk dan cobalah untuk meletakkan kepala di antara lutut. Dan tentu saja, jika sedang melakukan sesuatu yang mungkin membuat si wanita hamil atau orang lain berisiko cedera, seperti mengemudi, segeralah berhenti.

Berbaring pada sisi kiri akan memaksimalkan aliran darah ke jantung dan juga otak. Kemungkinan akan menghindarkan dari kondisi pingsan dan mungkin dapat meringankan sensasi pusing tersebut.

Merasa pusing karena panas, kelaparan, atau bangun terlalu cepat mungkin menjadi bagian dari wanita hamil. Namun, jika langkah-langkah sederhana yang dibahas di atas tidak menghilangkan masalah atau jika seorang wanita hamil mempunyai keprihatinan apapun, jangan ragu untuk meminta bantuan dokter.

Jika pusing disertai sakit kepala parah, penglihatan kabur, gangguan berbicara, jantung berdebar-debar, mati rasa, kesemutan, atau perdarahan, atau jika benar-benar pingsan, segeralah hubungi dokter. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda masalah yang lebih serius yang dapat mempengaruhi ibu atau bayinya.

Awal kehamilan, sakit perut disertai dengan pusing bisa menjadi tanda kehamilan ektopik. Jika mengalami hal tersebut, juga segeralah hubungi dokter.(mer/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit